Gambar Imai Nobume Gintama Sang Pembunuh Sadis yang Terobsesi pada Donut

Loading...

Gambar Imai Nobume Gintama Sang Pembunuh Sadis yang Terobsesi pada Donut – Masa lalunya yang kelam, membuatnya tumbuh menjadi sosok seorang gadis yang “tak berperasaan”. Kemampuanya dalam membunuh lawannya, menjadikan dirinya sosok yang berbahaya. Bersama pedangnya, ia telah membunuh banyak nyawa tanpa adanya rasa ragu sedikit pun.

Imai Nobume merupakan seorang mantan kapten dan anggota pasukan Mimawarigumi. Dirinya merupakan tokoh antagonis kedua dalam Baragaki Arc. Sebagai hasil dari latihan yang dijalaninya di faksi Naraku, untuk menjadi seorang pembunuh profesional. Nobume tumbuh menjadi pribadi yang selalu terlihat, seolah tak memiliki “perasaan”. Baik dari ekspresi wajah yang ditunjukannya, maupun caranya berbicara. Semuanya terkesan datar layaknya seorang “mayat hidup” yang tak memiliki hati dan emosi. Nobume merupakan seorang yang terkenal sadis pada lawannya. Ia bahkan sangat menyukai memotong korbannya menjadi dua bagian dengan pedangnya tersebut. Karena menurutnya, ini merupakan cara tercepat baginya membereskan lawan – lawannya. Menurut Sasaki Isaburo, sekali Nobume telah berganti ke dalam “mode membunuh”. Nobume menjadi seorang yang tanpa ampun dan akan membunuh siapapun yang ada di hadapannya, bahkan orang – orang yang tidak bersalah sekalipun. Meskipun terkesan pendiam, Nobume ternyata dapat menjadi seorang yang juga banyak bicara saat keadaan menutunya. Nobume sendiri sangat suka sekali memakan donut, kecintaannya tersebut bahkan membuatnya begitu terobsesi dengan donat dan dapat seketika menjadi “buas” saat mencoba untuk mendapatkannya. Bahkan lebih jauh lagi, ia dapat melibatkan kekerasan sekalipun saat orang lain memakan donat di hadapannya, namun Nobume tidak dapat merebut donut tersebut.

Tak banyak yang dapat kita ketahui, tentang asal usul dan kisah masa lalu dari Nobume. Namun terungkap fakta, bahwa dirinya merupakan seorang anak yatim piatu, yang dibawa oleh para Tendoshu dan dilatih sejak kecil di faksi Naraku untuk menjadi seorang pembunuh profesional. Saat itu Nobume kecil, masih menyandang nama Mukuro bersamanya. Nama yang diberikan seperti nama, salah satu dari tiga pembunuh terhebat faksi Naraku. Sebelum keduanya menjadi seorang partner, Nobume dan Sasaki Isaburou memiliki cerita masa lalu yang terbilang cukup rumit. Di masa lalu, ia bertemu dengan Sasaki di sebuah kuil. Saat itu diketahui, ternyata Mukuro merupakan pembunuh yang dikirim untuk membunuh keluarga Hitotsubashi. Karena satu dan lain hal, Sasaki yang mengetahui hal ini, coba menghentikan tindakan pembunuhan tersebut dan ternyata berhasil. Namun, apa yang dilakukan Sasaki dianggap sebagai tindakan pengkhianatan kepada faksi Naraku. Sebagai sanksi atas pengkhianatan tersebut, pada akhirnya Sasaki dijatuhi hukum mati begitupun, istri dan anak yang dikandungnya. Dikemudian hari, saat ia kembali ke rumah. Diketahui, bahwa istrinya dan anak di dalam kandunganya telah mati terbunuh. Saat itu di TKP, berdiri sosok Mukuro di dekat mayat sang istri. Seluruh bukti yang terdapat di TKP, mengarah pada Mukuro sebagai seorang yang bertanggungjawab atas kematian istrinya. Sasaki yang melihat kejadian tersebut marah dan bermaksud membunuh Mukuro dengan pedangnya. Namun niatnya tersebut, urung dia lakukan karena suatu alasan yang membuatnya berubah pikiran. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata Mukuro sendiri bukanlah orang yang membunuh, istri dan anak Sasaki. Melainkan, dirinya lah sosok yang justru mencoba menghentikan tindakan tersebut, dari sang pembunuh yang sebenarnya. Dari kejadian tersebut, Sasaki kemudian memutuskan untuk menjadikan Mukuro sebagai pengikutnya. Ia juga kemudian memutuskan untuk memberikan nama “Nobume” kepada Mukuro, seuah nama yang dipersiapkan untuk diberikan oleh Sasaki kepada anaknya yang tak sempat terlahir ke dunia. Dan sejak saat itu, Nobume terlihat menunjukan loyalitasnya kepada sosok Sasaki.gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-3 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-2 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-1 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-25 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-24 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-23 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-22 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-21 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-20 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-19 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-18 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-17

Loading...

gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-16 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-15 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-14 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-13 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-11 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-12 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-10 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-9 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-8 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-7 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-6 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-5 gambar-imai-nobume-gintama-sang-pembunuh-sadis-yang-terobsesi-pada-donut-4Sebagai anak yang dibesarkan dan dilatih, untuk menjadi seorang pembunuh profesional sejak kecil. Nobume merupakan salah satu ahli pedang wanita terkuat, bahkan kekuatan yang dia miliknya, diklaim lebih kuat melebihi Kyuubei. Sejak kecil ia sudah mendapatkan berbagai pujian sebagai seorang yang sangat berbakat dalam membunuh, dan merupakan salah satu murid terbaik pada saat itu. Dengan kemampuanya tersebut, ia mampu membunuh sekelompok pembunuh Tendoushu, bahkan tanpa adanya luka sedikit pun. Dalam bertarung, Nobume sendiri menggunakan 2 buah pedang sebagai senjataya. Kondo Isao, bahkan memuji kemampuan membunuhnya, serta mengibaratkan Nobume layakanya seorang “dewa kematian”. Sebab, setiap serangan yang dihasilkannya menciptakan daya serang mematikan yang mampu membunuh siapapun yang terkena tebasan pedang tersebut.

Walaupun dirinya seolah tak lagi memiliki emosi, namun kematian Sasaki berhasil membuat Nobume tak kuasa menahan tangis duka dan meluapkan kesedihannya. Emosi yang selama ini tersimpan dalam dirinya, kini muncul kembali bersama dengan perubahan yang dialami pada dirinya. Menunjukan bahwa, Nobume masih merupakan seorang manusia yang memiliki hati dan perasaan.