Gambar Ken Kaneki Tokyo Ghoul Sang Ghoul Mata Satu dan Jati Dirinya

Loading...

Gambar Ken Kaneki Tokyo Ghoul Sang Ghoul Mata Satu dan Jati Dirinya – Sejak peristiwa yang menimpanya malam itu, “separuh” dirinya berubah dan tak lagi “sama”. Kini, terjadi “perang batin” antara nuraninya sebagai seorang manusia. Dan hasrat untuk “memburu” disebabkan sesosok “monster” yang bersemayam dalam jiwanya.

Ken Kaneki merupakan seorang tokoh protagonis utama dalam serial anime Tokyo Ghoul. Sebelum hidupnya berubah, ia hanyalah seorang manusia biasa yang masih berstatus sebagai seorang mahasiswa. Kaneki merupakan seorang mahasiswa di Kamii University jurusan sastra jepang. Namun, seketika hidupnya berubah drastis sejak ia berkenal dengan seorang wanita bernama Rize Kamishiro. Rize yang awalnya, nampak sebagai seorang wanita cantik, yang menjadi sosok impian bagi Kaneki. Ternyata adalah seorang Ghoul. Malam itu, tak disangka Rize mulai menyerang Kaneki dan bermaksud menjadikannya sebagai “santapan” lezat. Kaneki yang terluka parah karena penyerang yang tejadi cepat, harus menjalani operasi transplantasi tubuh, dengan bantuan dari organ tubuh milik Rize yang saat itu sudah tidak bernyawa akibat tertimpa besi konstruksi di lokasi kejadian. Namun, sejak proses tersebut dilakukan tanpa di duga – duga Kaneki pada akhirnya berubah menjadi seorang Ghoul “bermata satu”.

Sebagai seorang individu, Kaneki merupakan pribadi yang pemalu dan pendiam. Sejak kecil, hanya Hide lah satu – satunya sahabat yang di punya. Dalam waktu senggangnya, ia banyak menghabiskan waktunya dengan membaca buku, terutama membaca sebuah novel. Ia merupakan seorang yang sangat lembut dan optimistis hampir di setiap waktu. Karena pengaruh sang ibu, dan kerendahan hati yang diajarkannya semasa hidup. Kaneki rela disalahkan dan menerima hukuman dari orang lain, sehingga ia dapat menjadi seorang yang tidak menyakiti perasaan orang lain. Namun sebaliknya ia dapat menjadi seseorang yang “menyerap” rasa penderitaan orang lain. Akan tetapi, di balik sifatnya tersebut, tersimpan rasa ketakutan mendalam akan rasa kesendirian. Karena itu ia selalu berusaha untuk melindungi orang – orang yang disayanginya, sehingga ia tidak perlu menghadapi ketakutan dengan menjadi hidup seorang diri di dunia ini. Namun hal ini pula lah menjadi kelemahan terbesar dari Kaneki. Karena ia selalu ingin melindungi orang – orang yang disayanginya, agar ia tak perlu merasa sendiri lagi. Oleh sebab itu, karena ia merasa memilki sebuah “tanggungjawab” untuk melindungi orang disekitarnya. Kaneki dengan rela memikul tugas tersebut seorang diri, tanpa sekalipun bergantung kepada orang lain. Karena bagi Kaneki, harus melihat kematiaan orang lain. Akan mengingatkannya akan rasa kesendirian yang menyiksa, saat harus hidup tanpa seorang pun di sisinya. Setelah dirinya menjadi seorang “setengah” Ghoul, sangat berpegang teguh dengan rasa “kemanusiaan” dalam dirinya. Untuk dapat tetap “hidup” dan menjalani hari sebagai seorang manusia “normal”. Ia mulai bekerja di Anteiku, dan pelan – pelan belajar bagaimana menjalani hidup sebagai seorang Ghoul dan membangun hubungan pertemanan dengan para Ghoul lainnya. Semenjak itu pula, ia mulai memiliki sebuah keinginan untuk bertambah menjadi semakin kuat, salah satunya adalah dengan mulai membaca buku tentang bela diri agar ia dapat melindungi orang – orang disekitarnya. Akan tetapi jauh di dalam lubuk hatinya, sangat sulit baginya menerima sebuah fakta bahwa ia kini bukan lagi hanya seorang manusia biasa, melainkan setengah “sisi” dirinya adalah seorang Ghoul. Baginya tak peduli seberapa berharganya seseorang di hidupnya, ia takkan ragu untuk menjauh jika ia merasa kehadirannya kini merupakan sebuah ancaman bagi mereka.gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-1 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-2 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-3 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-4 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-5 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-6 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-7 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-8 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-9 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-10 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-11 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-12

Loading...

gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-13 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-14 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-15 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-16 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-17 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-18 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-19 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-20 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-21 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-22 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-23 gambar-ken-kaneki-tokyo-ghoul-sang-ghoul-mata-satu-dan-jati-dirinya-24Namun pribadi Kaneki mulai berubah drastis, saat ia diculik dan menerima penyiksaan yang dilakukan oleh Yakumo Oomori. Ia membuang jauh – jauh ideologi yang anutnya, tentang “lebih baik, tersakit daripada harus menyakiti orang lain”. Kini ia berjanji untuk menghancurkan siapa saja, yang berani mengancam keberadaannya. Kaneki berubah menjadi sosok yang brutal dan tak kenal ampun, saat harus melindungi teman – temannya. Kini, Kaneki perlahan mulai menerima dan tak lagi takut dengan sisi Ghoul dalam dirinya. Meski begitu, dirinya masih dapat menunjukan sisi lembutnya saat berhadapan dengan orang – orang yang disayanginya. Dan berubah menjadi sosok yang tanpa belas kasihan, saat berhadapan dengan musuh – musuhnya. Ia yang kini selalu berhasrat, untuk mendapatkan kekuatan dan kekuasaan, mengubahnya menjadi sosok yang arogan. Kaneki bahkan kini berkeyakinan, bahwa “yang lebih kuat memiliki hak untuk dapat menindas yang lemah”. Hal – hal yang berubah drastis dengan begitu cepat dalam hidupnya, telah menyebabkan ketidakstabilan “mental”. Ia menderita suatu keadaan gangguan psikologi schizophrenia. Membuat Kaneki sering kali mengalami berbagai halusinasi dalam wujud seseorang yang “hidup” dalam pikirannya.

Sebagai seorang petarung, sebelum ia menjadi seorang Ghoul. Kaneki merupakan seseorang yang terbilang sangat lemah, dan sama sekali tidak memiliki kekuatan dalam dirinya. Namun, Kaneki merupakan seorang yang dapat beradaptasi dengan baik dan belajar dengan cepat. Setelah menjadi seorang Ghoul, meski tidak memiliki perkembangan yang pesat dalam hal kekuatan. Namun ia membuktikan dirinya, dengan dapat menguasi kemampuan bela diri dalam kurun waktu yang cukup singkat. Melalui membaca instruksi yang tertera di dalam buku dan latihan ketat yang dijalaninya bersama Touka dan Yomo, ia dapat menjadi seorang petarung yang kompeten. Setelah menerima penyiksaan yang dilakukan Yakumo Oomori dan mulai dapat menerima jati dirinya sebagai seorang Ghoul. Kaneki semakin berkembang menjadi seorang petarung yang luar biasa, kini ia mampu dengan mudah menghindari serangan musuh dan membalas serangan musuh dengan cepat dan mematikan, berkat refleks dan kekuatannya yang semakin meningkat. Segala aspek kemampuan fisik yang membuatnya dapat bertarung dengan lebih baik semakin meningkat, termasuk kekuatannya dalam beregenerasi. Kemampuan regenerasinya yang meningkat dengan pesat. Kini ia dapat menyembuhkan kakinya yang patah dan luka yang parah sekalipun, hanya dalam hitungan detik. Kaneki sendiri mewarisi kagune bertipe rinkaku milik Rize dalam tubuhnya yang memiliki wujud layaknya sebuah tentacle. Meski tingkat pertahanannya tergolong rendah, namun kagune tipe ini berfokus pada tingkat kekuatan serangannya yang sangat mematikan, yang bahkan memungkinkannya untuk mengalahkan lawan yang tangguh sekalipun. Kekuatan dari kagune miliknya, terus bertambah kuat seiring berjalannya waktu yang membuatnya semakin berkembang menjadi seorang petarung dengan kekuatan yang mematikan.

Meski pada awalnya tak mudah bagi Kaneki, menerima “jati dirinya” yang baru. Namun kini ia membuktikan dirinya, dapat menjalani hidup meski dua “sisi” dalam dirinya saling bertentangan. Meski sulit, sampai akhir ia tak akan pernah membiarkan “monster” di dalam dirinya, merunggut rasa “kemanusiaannya” yang menjadi satu – satunya hal yang membuatnya tetap merasa menjadi seorang “manusia”.