Gambar Kurome Akame Ga Kill! Sang Adik dan Perasaan Bencinya

Loading...

Gambar Kurome Akame Ga Kill! Sang Adik dan Perasaan Bencinya – Sosoknya merupakan salah satu pembunuh paling berbahaya, yang pernah dimiliki oleh ibu kota kerajaan. Merupakan adik dari sang pembunuh terkuat Night Raid, membuat bayang – bayang sang kakak tak dapat terlepas darinya. Masa lalu yang dilewatinya bersama sang kakak, semasa kanak – kanak. Membuat dirinya tumbuh menjadi seorang petarung yang taguh, dengan kekuatan yang luar biasa.

Kurome sendiri, merupakan adik kandung dari Akame. Dirinya tergabung sebagi anggota, pasukan khusus kerajaan, Jaegers. Sebagai saudara kandung, Kurome memiliki beberapa kesamaan sifat dengan sang kakak, dalam hal kecanggungan sosial dan nafsu makan yang besar. Namun, Kurome lebih cenderung menyendiri dan menunjukan sisi gelapnya, saat harus membunuh musuhnya. Sosoknya dingin dan tak kenal ampun di dalam pertarungan. Meskipun dirinya terlihat sebagai sosok yang tak kenal takut. Namun diam – diam, Kurome memiliki ketakutan bila dirinya harus terlihat lemah di hadapan orang lain. Sebab sebagai anggota Jaegers, terdapat sebuah peraturan. Dimana, jika seorang pembunuh dianggap tidak lagi dapat bertarung, maka mereka akan dibuang dari kelompok. Bagi Kurome, ia takkan membiarkan hal tersebut tejradi. Menurut Kurome, jika ia harus mati dalam. Maka pertarungan lah yang harus menyebabkan kematiannya. Bukan lah karena, ketidakmampuannya dalam bertarung.

Di masa lalu, bersama sang kakak Akame. Keduanya merupakan seorang anak yang dijual, oleh kedua orang tuanya kepada kerajaan. Anak – anak yang dijual kepada kerajaan, dipaksa untuk mengikuti sebuah tes bertahan hidup yang diselenggarakan di sebuah hutan belantara, yang dihuni oleh berbagai hewan buas. Ujian bertahan hidup tersebut sengaja dibuat, untuk mencari bibit – bibit potensial, untuk dilatih dan dibesarkan sebagai pembunuh yang mengabdi pada kerajaan. Banyak dari mereka yang mati secara tragis, menjadi mangsa para hewan buas, selama berlangsungnya ujian ini. Namun berkat kerjasama, keduanya dapat selamat dan lulus dari ujian ini. Sebagai seorang kakak beradik, Kurome dan Akame sempat dipisahkan dalam waktu yang cukup lama. Mereka sengaja dipisahkan dan dilatih di divisi berbeda, karena dikhawatirkan ikatan emosional keduanya akan menghabat latihan tersebut.gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-8gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-1 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-2 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-3 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-5 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-6 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-7 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-10 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-9 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-12 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-11 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-13

Loading...

gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-14gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-15 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-16 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-17 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-18 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-19 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-20 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-21 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-22 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-23 gambar-kurome-akame-ga-kill-sang-adik-dan-perasaan-bencinya-24Kurome dan Akame tumbuh dan dibesarkan dengan pola pikir yang ditanamkan padanya sebagai seorang pembunuh. Setelah menjalani berbagai pelatihan, sebagai seorang pembunuh. Kurome dan Akame kemudian ditugaskan untuk menertibkan masyarakat. Dengan menghentikan segala sesuatu, yang berpotensi menimbulkan pemberontakan, yang dapat mengancam ketentraman kerajaan. Mereka hidup di bawah perintah, untuk membunuh siapapun yang telah menimbulkan kerugian bagi kerajaan. mereka adalah pasukan khusus yang didedikasikan utnuk melaksanakan perintah apapun dari kerajaan. Suatu mindset yang ditanamkan kepada mereka, membuat keduanya tidak mempertanyakan apa yang mereka lakukan. Karena menganggap hal tersebut hanyalah bagian dari tugas yang diberikan pemerintah. Pola pikir yang ditanamkan pada mereka, semenjak masa kanak – kanak membuat mereka percaya kalau hal yang mereka lakukan adalah benar untuk dilakukan. Setelah berpisah cukup lama, Kurome kemudian dipertemukan kembali dengan sang kakak dalam suatu situasi. Setelah hari itu mereka selalu bersama – sama, bahkan kerjasama antar keduanya menjadikan mereka sebagai skuad pembunuh yang terbaik. Kebersamaan yang menguatkan mereka, tak peduli sebesar apapun rintangan yang harus dihadapi. Namun suatu hari, Akame perlahan – lahan mulai menyadari apa yang mereka lakukan bukan untuk menjaga perdamaian. Melainkan hanyalah suatu kebohongan. Kebobrokan yang terjadi di pemerintahan kerajaan. Membuat Najenda berhasil membujuk dan menyadarkan Akame tentang kebiadaban pemerintah, yang selama ini telah menciptakan berbagai kesengsaran. Pada akhirnya ia memutuskan bergabung dengan pasukan Night Raid. Dan seketika itu pula, membuat sosoknya menjadi seorang pengkhianat kerajaan. Berbeda dengan sang kakak, Kurme sendiri memutuskan untuk tetap tinggal dan mengabdi pada kerajaan. Memaksa Akame, untuk meninggalkan sang adik seorang diri. Kurome sendiri merasa sangat menderita, saat Akame meninggalkannya. Penderitaan tersebut pada akhirnya berubah menjadi rasa benci, yang dirasakan Kurome kepada sang kakak. Kurome bahkan tak segan mencoba membunuh sang kakak, dan menjadikan sebagai salah satu koleksi “boneka” miliknya.

Kurome sendiri juga memiliki sebuah Teigu berbentuk katana. Yang bernama Yatsufusa. Yatsufusa, membuat Kurome dapat memanggil 8 orang, yang menjadi pasukan yang bertarung bersama Kurome dimedan pertempuran. Mereka semua berasal dari jasad, yang terbunuh dengan Yatsufusa. Dan dikumpulkan oleh Kurome, sebagai koleksi “bonekanya”. Seperti sang kakak Akame, Kurome merupakan seorang petarung yang sangat ahli dalam menggunakan pedangnya dalam bertarung. Pelatihan yang dijalaninya, telah membuat Kurome, sekuat sang kakak. Hingga satu – satunya, cara membunuhnya adalah dengan meremukan jantungnya ataupun memenggal kepalanya. Meski kuat, kemampuan Kurome tidaklah sepenuhnya berasal dari latiahan secara alami. Melainkan berasal dari kekuatan doping dan penggunaan obat – obatan. Keadaan ini memicu Kurome, untuk rutin setiap hari mengkonsumsi obat – obatan tersebut, meskipun harus menderita karena rasa sakit yang timbul sebagai efek sampingnya.

Meskipun hubungannya dengan sang kakak selama ini terbelut perasaan benci, namun tak dapat dipungkiri. Bahwa jauh didalam lubuk hatinya, Kurome tetap sangat menyayangi sang kakak , Akame. Dan ingin selalu bersama – sama dengannya sebagai seorang kakak dan adik.