Gambar Najenda Akame Ga Kill! Sang Jendral dan Pasukan Pemberontak

Loading...

Gambar Najenda Akame Ga Kill! Sang Jendral dan Pasukan Pemberontak – Kebiadaban yang disaksikanya dengan mata kepalanya sendiri, membuat sadar bahwa selama ini, ia telah berdiri untuk membela pihak yang salah. Merupakan seorang wanita hebat yang memimpin pasukan Night Raid, sosoknya menginspirasi, memberikan suntikan semangat untuk selalu berjuang membela keadilan dan menciptakan perdamaian.

Sosok Najenda merupakan seorang pemimpin pasukan Night Raid. Ia merupakan seorang mantan jendral yang rela meninggalkan pangkat dan jabatanya. Bersama dengan Lubbock, ia memutuskan untuk bergabung dengan tentara pasukan revolusioner, dan menjadi seorang pemberontak untuk menggulingkan tiran yang berkuasa. Najenda merupakan pribadi yang pendiam, berpikir tajam dan memiliki rasa kepemimpinan yang tinggi. Sebagai seorang pemimpin Night Raid, gayanya dalam memimpin terlihat kontras dengan penampilanya. Anehnya ia merupakan seorang pemimpin yang lemah lembut, tenang, namu tetap tegas. Pengalamanya selama bertahun – tahun mengabdi pada Empire sebagai seorang jendral. Membuat sosoknya menjadi seorang pemimpin yang sangat layak untuk mengemban tanggung jawab besar menjadi seorang pemimpin Night Raid. Seperti Akame, sebagai seorang pemimpin Najenda jarang menunjukan emosinya di hadapan anggota Night Raid lainya. Ia tetap tegar dan menunjukan sisi tangguhnya, meski harus kehilangan anggotanya satu – persatu, karena mati saat menjalankan tugas yang diberikannya. Namun, dengan tanggung jawab besar yang diembannya membuatnya sadar, bahwa inilah resiko yang harus ditanggunya. Penampilan Najenda yang terlihat tomboy, membuat orang lain sering kali salah mengira dirinya sebagai seorang pria. Ia merasa jengkel saat orang lain mengira dirinya adalah seorang pria, seperti saat Leone dan Tatsumi menertawakanya. Ketika Susanoo salah mengira dan menyamakan Najenda dengan majikanya yang terdahulu yang ternyata adalah seorang pria. Najenda sendiri hampir selalu terlihat, dan rutin menghisap sebatang rokok yang juga menjadi salah satu ciri khas penampilanya. Najenda sendiri merupakan sosok yang sangat dikagumi oleh Lubbock. Ia lah alasan mengapa Lubbock rela meningalkan kehidupannya, hanya demi untuk membuktikan rasa cintanya kepada Najenda, yang telah dirasakannya sejak pertemuan keduaanya di masa lalu. Meskipun terkesan dingin dan tidak menanggapi perasaan cinta yang Lubbock berikan padanya. Namun, Najenda terlihat menunjukan rasa kesedihanya atas kepergian Lubbock. Dengan selalu membawa headgear, yang dahulu selalu digunakan oleh Lubbock, di sisinya.

gambar-najenda-akame-ga-kill-sang-jendral-dan-pasukan-pemberontak-2 gambar-najenda-akame-ga-kill-sang-jendral-dan-pasukan-pemberontak-3 gambar-najenda-akame-ga-kill-sang-jendral-dan-pasukan-pemberontak-4

Loading...

gambar-najenda-akame-ga-kill-sang-jendral-dan-pasukan-pemberontak-5 gambar-najenda-akame-ga-kill-sang-jendral-dan-pasukan-pemberontak-6 gambar-najenda-akame-ga-kill-sang-jendral-dan-pasukan-pemberontak-1

Di masa lalu seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Najenda adalah mantan seorang jendral yang bekerja untuk kerajaan. Pemerintahan yang korup dan menyengsarakan rakyatnya, membuatnya memutuskan untuk melepaskan jabatanya dan bergabung dengan pasukan tentara revolusioner. Dahulu ia merupakan seorang kolega dengan jendral Esdeath. Suatu hari keduanya ditugaskan sebagai bala bantuan untuk membantu pasukan kerjaan melakukan ekspedisi ke pedalaman, untuk memusnahkan sebuah suku yang memberontak melawan pemerinahan kejam kerajaan. Dengan mengatasnamakan keadilan mereka dengan kejam membunuh dan membumi hanguskan tanah tersebut, hingga tidak ada lagi kehidupan tersisa. Najenda yang melihat secara langsung pembantaian dan kekejamana tersebut, tidak dapat menerimanya. Ia merasa apa yang ia lihat dan rasakan bertentangan dengan kata hatinya. Pertentangan yang dirasakanya, membuatnya tidak bisa berada di antara orang – orang yang menikmati kebiadaban. Dengan bergabungnya Najenda dengan pasukan tentara revolusioner, menjadikanya sebagai seorang pengkhianat dan buronan kerjaan. Tindakannya tersebut menjadikan ia sebagai target utama pasukan kerajaan dan tentara yang dipimpin oleh Esdeath. Pertarungannya di masa lalu yang berlangsung antara dirinya dan Esdeath, membuat Najenda harus kehilangan sebelah matanya dan juga lengan kanannya. Setelah kejadian tersebut, untuk menutupi lukanya Najenda menggunakan penutup mata layaknya seorang bajak laut guna menyembunyikan luka di matanya. Dan menggunakan sebuah tangan mekanik, untuk menggantikan lenganya yang hancur dalam pertarungan. Disebabkan oleh luka yang di deritanya tersebut, ia biasanya lebih banyak menghabiskan waktunya di markas dengan memerintahkan anggota lainya untuk menjalankan sebuah misi.
Sebagai seorang petarung, luka yang disebabkan pertarungannya dengan Esdeath. Membuatnya hanya mampu menggunakan kemampuannya sebesar 40%, dari kekuatan sesungguhnya yang ia miliki. Meski jarang terlibat langsung di dalam medan pertempuran. Namun, Najenda sendiri masih mampu bertarung dengan handal. Ia memanfaatkan tangan mekaniknya sebagai senjatanya untuk bertarung dalam jarak dekat menggunakan tangan kosong. Ia pernah memperlihatkan keahlianya dalam bertarung, saat dirinya berhadapan dengan seorang mantan jendral Rokugoh, yang dijadikan sebagai “boneka” oleh Kurome. Meskipun kekuatanya tidak semaksimal dulu, namun kemampuan fisiknya tetaplah luar biasa. Hal ini terbukti saat ia dapat mengahancurkan kepala Rokugoh, bahkan hanya dalam sekali tendangan. Di masa lalu, saat dirinya masih menjadi seorang jendral. Najenda pernah menggunakan Pumpkin sebagai Teigu-nya, yang saat ini digunakan oleh Mine. Setelah menjadi seorang pemimpin Night Raid Najeda sendiri tidak memiliki sebuah Teigu untuk mempersenjatai dirinya. Sampai ia akhirnya kembali dari perjalanannya ke markas besar pasukan tentara revolusioner, dan membawa pulang Susanoo sebagai anggota baru Night Raid dan Teigu miliknya. Susanoo merupakan Teigu mahluk hidup, berwujud seorang manusia. Teigu tersebut berperan layaknya seorang pengawal dan pelindung bagi Najenda. Karena tujuan awalnya diciptakan sebagai Teigu pengawal, selain dilatih untuk bertarung. Susanoo juga mahir dalam melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga, selagi ia bertugas melindungi tuanya. Susanoo sendiri memiliki teknik rahasia bernama Magatame Kengen, dimana Najenda akan memberikan energi kehidupanya kepada Susanoo dan memperkuat kekuatan yang dimilikinya. Najenda mengklaim akan sangat berbahaya menggunakan teknik ini secara berulang, sebaba akan mempengaruhi fisiknya dan beresiko menyebabkan kematian baginya.

Pada akhirnya, apa yang dicita – citakanya bersama pasukan tentara revolusioner, selama ini dapat berbuah manis. Seluruh perjuangan dan pertumpahan darah yang diciptakanya bersama Night Raid, berhasil menciptakan perdamaian bagi rakyat. Sebagai seorang yang selamat dari peperangan akhir, hal terbaik yang dapat Najenda lakukan adalah, menggunakan seluruh sisa hidupnya untuk membangun sebuah kerajaan dan menciptakan dunia baru dimana rakyat tak lagi hidup dalam kesengsaraan.