Gambar Sakata Gintoki Gintama The White Demon

Loading...

Gambar Sakata Gintoki Gintama The White Demon – Rambut berwana putih-silver merupakan salah satu ciri khas penampilan, yang sangat melekat di dirinya. Merupakan sang tokoh utama dalam serial anime Gintama, kesuksesan yang diraih Gintama tak dapat terlepas dari kehadiran sosoknya.

Sakata Gintoki adalah tokoh protagonis utama serial anime Gintama. Dirinya merupakan pendiri dari Yorozuya Gin-Chan dan juga merupakan seorang samurai hebat, yang pernah dahulu pernah ikut berjuang dalam peperangan Joui. Sebelum menjadi dirinya seperti saat ini, dimasa lalu Gintoki kecil merupakan sosok seroang anak sebatang kara yang hidupnya terbilang sangat lah ironis. Di masa kecil, demi memenuhi rasa laparnya. Gintoki kecil mendapatkan makanan dengan cara merampasnya dari tubuh mayat yang tergeletak di medan perang. Namun suatu hari, saat dia sedang memakan nasi kepal yang di dapatkannya dari seorang mayat, Gintoki bertemu dengan sosok Yoshida Shouyou. Shouyou pada saat itu menawarkan kepada Gintoki bahwa, jika Gintoki bersedia mengikutinya. Shouyou dapat melatihnya untuk dapat menggunakan pedang dengan baik, dan menjadi seorang samurai hebat. Gintoki kemudian setuju, untuk menjadi salah satu muridnya. Selang waktu berjalan, kemudian bergabung lah Katsura Kotarou dan Takasugi Shinsuke sebagai murid dari Shouyou. Beberapa tahun kemudian, Yoshida Shouyou ditangkap atas tuduhan menciptakan sebuah perkumpulan dengan tujuan untuk melakukan pemberontakan pada pemerintah. Gintoki yang melihat peristiwa tersebut hanya bisa terdiam dan tidak dapat melakukan apapun untuk menolongnya. Namun sebelum pergi, Shouyou sempat berpesan pada Gintoki untuk tidak mengkhawatirkanya. Ia pun meminta pada Gintoki untuk selalu menjaga dan melindungi teman – temanya. Dengan terjadi peristiwa ini, dengan maksud untuk menyelamatkan Shouyou. Gintoki, Katsura dan Takasugi, akhirnya memutuskan untuk bergabung dan ikut berjuang dalam perang Joui. Selama perang berlangsung, Gintoki sendiri mendapatkan julukan sebagai Shiroyasha (White Demon), dikarenakan kemampuan bertarungnya yang sangat luar biasa dan rambut putihnya yang membuat penampilannya terlihat seperti “iblis”. Selain itu julukan tersebut didasarkan, karena Gintoki merupakan sosok yang ditakuti baik oleh amanto maupun rekan – rekan seperjuangnya. Namun kematian Shouyou, menjadi salah satu bukti mutlak kekalahan pahit yang harus diterima oleh pihaknya di akhir peperangan Joui. Setelah perang berakhir, Gintoki kemudian menghilang untuk sementara waktu dan kembali muncul menjalani sebuah bisnis menjadi seorang pekerja freelance dan mendirikan Yorozuya. Yorozuya sendiri terdiri dari dirinya, Shimura Shinpachi, Kagura dan Sadaharu. Melalui Yorozuya lah berbagai petualangan besar dapat dilalui Gintoki bersama teman – temannya.

Sebagai seorang individu, Gintoki tergolong sosok yang sangat pemalas dan terkadang dapat menjadi sedikit sarkastis. Ia sering kali menghabiskan waktunya untuk bersantai sembari membaca manga. Ia dikenal sering kali memberikan berbagai saran bijak kepada rekannya, meski sebenarnya ia sendiri hampir setiap waktu tidak mengerti apa yang dibicarakannya. Kemiskinan yang melanda dan tidak adanya niat untuk melakukan apapun, membuatnya sering kali menunggak uang sewa kontrakan, dan tak jarang Gintoki akan selalu melarikan diri saat sang pemilik datang mencoba untuk menanggihnya. Kebiasaan buruk lainya, Gintoki juga sering kali mengunakan uang yang di dapatkan untuk dipakai berjudi. Tak jarang tindakannya tersebut membuat Kagura dan Shinpachi sangat marah denganya. Meskipun Gintoki tergolong sangat pemalas, namun ia merupakan seorang yang berdedikasi dengan pekerjaannya dan selalu mencoba membantu orang lain yang menjadi kliennya dengan usaha terbaiknya. Dirinya dan berbagai tindakan, yang dilakukan Gintoki pada masa kini banyak dipengaruhi oleh hal – hal yang terjadi di masa lalunya. Dirinya yang tidak merasakan kehadiran keluarga di sisinya. Membuat Gintoki percaya hingga kini, bahwa hal bahagia yang dibutuhkan dalam hidup seseorang, adalah memiliki sebuah keluarga yang menyayangi mereka. Ketidakmampuannya untuk melindungi teman – temannya, saat perang Joui berlangsung terus menghantuinnya hingga kini. Terlebih rasa bersalah dan penyesalan luar biasa, saat ia harus dipaksa mengeksekusi mentornya sendiri, orang yang paling berharga dalam hidupnya. Sebagai hasilnya, sejak peristiwa tersebut kini Gintoki menjadi sosok seorang teman yang sangat protektif, dan bahkan baginya kini nyawa orang lain lebih penting dibandingkan nyawa orang lain.gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-1 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-2 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-3 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-4 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-5 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-6 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-7 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-9 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-10 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-11 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-12 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-13 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-14

Loading...

gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-15 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-16 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-17 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-18 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-19 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-20 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-21 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-22 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-23 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-24 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-25 gambar-sakata-gintoki-gintama-the-white-demon-26Sebagai seorang pria dewasa, Gintoki sendiri memiliki sifat kekanak – kanakan meskipun diusianya yang sekarang. Bahkan ia sampai menyebut dirinya, adalah jiwa seorang anak – anak yang terjebak di dalam tubuh orang dewasa. Salah satu sifat mencolok tersebut yakni, layaknya anak – anak Gintoki sangat suka sekali berbagai macam makanan – makanan manis. Ia bahkan tak peduli, karena kebiasaaanya tersebut ia beresiko terkena penyakit diabetes. Salah satu makanan favoritnya adalah chocolate parfait dan susu strawberry. Di balik semua sifatnya, Gintoki merupakan seorang yang memiliki daya tarik dan karisma yang luar biasa, membuatnya menjadi sosok yang memiliki banyak teman, dan sekutu yang loyal padanya. Bahkan dengan kemampuanya tersebut, ia dapat menjadikan seorang musuhnya terdahulu menjadi seorang teman.

Sebagai seorang petarung kekuatan Gintoki sangat lah luar biasa. Meskipun kekuata fisiknya tidak sekuat Kagura yang merupakan seorang keturunan klan Yato. Namun kekuatan fisik Gintoki, tak dapat dibandingkan dengan orang lain. Bahkan ia sendiri disebut sebagai manusia terkuat, hingga kekuatannya membuat Kamui seorang Yato terkuat mengakui kekuatan Gintoki. Selain kekuatan, daya tahan tubuh Gintoki pun sangatlah luar biasa hebat. Hal ini sendiri membuat Gintoki dapat membuatnya seolah tidak memiliki batasan dalam bertarung. Ia bahkan masih dapat tegak berdiri melawan musuhnya, meskipun telah kehilangan banyak darah dan memiliki luka di tubuh yang “tak terhitung” lagi jumlahnya. Sebagai seorang samurai, kemampuan berpedang Gintoki tergolong sangat lah unik. Karena berbeda dengan gaya bertarung seorang samurai pada umumnya. Menurut Yagyuu Binbokusai, gayanya dalam menggunakan pedang bukan lah hal yang dapat diajarkan, melainkan Gintoki sendiri lah yang mengembangkan sendiri gayanya dalam bertarung. Sebagai seorang samurai terlatih dan pengalamannya dalam bertarung, membuat Gintoki bukan hanya mahir dalam menggunakan pedang melainkan senjata lainnya pula. Ia sendiri dapat menggunakan dan memanfaatkan senjata apapun yang ditemuiinya, dan menggubahnya menjadi senjata mematikan dalam pertarungan.

Dirinya yang dahulu harus hidup sebatang kara dan tidak memiliki keluarga, mengajarkannya pengalam hidup berharga di tengah rasa kesepian. Kehadiran sahabat – sahabat dalam hidupnya, membuatnya kini dapat memiliki kesempatan untuk merasakan untuk “memiliki” sebuah “keluarga” di hidupnya. “Keluarga” yang akan dijaga dan dilindunginya, melebihi nyawanya sendiri.