Gambar Seryu Ubiquitous Akame Ga Kill! Sang Psikopat dan Keadilan Semu

Loading...

Gambar Seryu Ubiquitous Akame Ga Kill! Sang Psikopat dan Keadilan Semu – Baginya setiap kejahatan harus dimusnahkan, tak peduli apapun bentuknya. Merupakan seorang yang menyatakan dirinya sebagai “penegak keadilan”, namun sifat yang ditunjukannya, sama sekali tidak mencerminkan hal tersebut. Membuat integritasnya sebagai seorang “penegak keadilan” patutu untuk dipertanyakan (?).

Seryu Ubiquitous, merupakan seorang mantan polisi kerajaan, yang kini merupakan seorang anggota pasukan khusus kerajaan, Jaegers. Seryu merupakan seorang gadis yang penampilan dan sikapnya akan menipu orang lain. Penampilan dan sikapnya mungkin terlihat baik hati dan penuh kasih saat dirinya tidak sedang bertarung. Namun, imagenya sebagai seorang gadis manis pada dirinya, akan musnah seketika saat melihat kebrutalan yang ditunjukannya. Sebelum bergabung dengan Jagers, Seryu merupakan seorang polisi kerajaan dan merupakan anak buah dari kapten Ogre. Ia sangat menghormati sang kapten dan mengidolakan sosoknya. Kematian Ogre ditangan Night Raid, membuatnya dirinya merasa sangat terpukul. Dan semakin memupuk kebenciannya, yang begitu mendalam kepada Night Raid. Kebenciannya tersebut membuatnya gelap mata dan menyerang secara membai buta, saat pertarungnya dengan Mine dan Sheele. Di akhir pertarungan, kematian Sheele ditanganya membuatnya dapat puas dan tertawa lebar, karena telah berhasil membunuh seorang “penjahat”, meskipun harus kehilangan kedua tanganya. Di balik sosoknya yang terlihat manis tersebut, Seryu sesungguhnya merupakan pribadi yang kejam, seorang psikopat yang tak kenal belas kasihan. Dirinya terlihat menikmati membunuh siapapun, yang dianggapnya sebagai seorang penjahat, bahkan membunuh mulai terasa seperti sebuah hobi baginya. Seryu merupakan seorang yang memiliki prinsip teguh tentang keadilan, namun caranya memandang “keadilan” dari kacamatanya, terasa sangat “bias”. Ia percaya, bahwa Night Raid adalah iblis dan seorang penjahat atas aksi mereka sebagai seorang pembunuh. Namun di lain sisi, ia memandang bahwa jika dirinya membunuh seseorang merupakan tindakan yang benar dan sah –sah saja, bila dilakukan untuk menjalankan tugas sebagai seorang “penegak keadilan”. Yang mana jika dianalisis, sebenarnya prinsip yang diyakininya tentang membunuh. Sama saja dengan prinsip yang dianut oleh anggota Night Raid. Meskipun tak sepenuhnya sama, karena baik Seryu maupun Night Raid, berdiri untuk membela sisi mereka masing – masing. Seryu mempunyai pandangan yang terasa “janggal” dalam memandang kebenaran akan suatu hal. Pandagannya tersebut membuat Seryu, sepenuhnya melihat dunia sebagai “hitam dan putih”. Bagi Seryu setiap perbuatan yang dilakukan oleh mereka yang mengabdi pada kerajaan, secara publik ataupun sembunyi – sembunyi. Tak peduli benar ataupun salah. Menurut Seryu, karena mereka tidak menentang pemerintah kerajaan, maka mereka adalah orang “baik”. Sementara bagi siapapun yang menentang pemerintah, akan dianggap sebagai seorang “penjahat” menurut dirinya. Cara pandangnya tersebut, menurunkan tingkat kepercayaan teman – teman satu timnya, begitupun kepercayaan pasukan kerajaan. Atas penilainnya Seryu terhadap “keadilan” melalui kacamatanya. Seryu merupakan sosok yang akan membunuh secara brutal, siapapun yang dianggapnya sebagai seorang “penjahat”. Dalam membunuh lawannya, ia sama sekali tak menunjukan sedikit pun rasa belas kasihan. Menurut Seryu, seorang “penjahat” tidak pantas mendapatkan belas kasihan darinya. Setiap tindakan Seryu yang mengatasnamakan “keadilan” terasa ironis, saat ia sama sekali tak memahi arti keadilan yang sesungguhnya.

Meskipun apa yang dilakukanya, dianggap melewati batas wajar bagi orang lain. Namun Seryu tetap memandang, setiap tindaknya sebagai hal yang benar untuk dilakukan. Meskipun sebenarnya tindakan yang dilakukanya bahkan lebih brutal dan keji, dibandingkan tindakan seseorang yang dianggapnya sebagai “penjahat”. Seryu merupakan seorang yang munafik, di balik semua pembicaraanya soal moral dan keadilan. Ia bahkan mengabaikan fakta bahwa sosok yang diidolakanya kapten Ogre dan Dr. Stylish, merupakan seorang penjahat yang keji. Ia mengabaikan fakta tersebut, dan tetap menganggap bahwa mereka hanyalah menjalankan tugas, dan orang yang membunuh mereka berdua adalah seorang “penjahat” yang harus dibinaskan.gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-1 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-2 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-3 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-4 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-5 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-6 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-7 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-8 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-9 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-11

Loading...

gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-12 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-13 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-14 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-15 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-16 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-17 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-18 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-19 gambar-seryu-ubiquitous-akame-ga-kill-sang-psikopat-dan-keadilan-semu-20Seryu memiliki sebuah Teigu mahluk hidup yang disebut Hekatonkheires, yang ia beri nama Coro. Teigu miliknya berwujud seekor anjing lucu, yang dapat menjadi sangat buas dan mengerikan saat dalam pertarungan, sama seperti pemiliknya. Seryu memiliki kontrol penuh terhadap Coro saat bertarung, dengan memberikannya bergai perintah penyerangan. Wujud Coro yang seblumnya terlihat lucu dapat berubah drastis, menjadi seekor monster ganas yang sangat mengerikan. Kekuatanya pun meningkat secara pesat, membuatnya menjadi sebuah Teigu yang mematikan. Selayaknya Teigu mahluk hidup pada umumnya, Coro juga memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa, saat inti kehidupannya tidak dihancurkan. Dalam bertarung selain mengandalkan kekuatan Coro, Seryu juga merupakan seorang lawan yang tergolong kuat. Ia menguasai teknik bela diri yang membuat kekuatan dan kecepatan bertarungnya menjadi luar biasa. Seryu sendiri telah melakukan berbagai modifikasi dalam tubuhnya, yang membuat dirinya layaknya seorang Cyborg. Meski kehilangan kedua tanganya saat bertarung dengan Sheele. Ia menyimpan sebuah pistol yang diimplan dan disembunyikan, di lengan bahkan di dalam tenggorokannya. Membuatnya selalu mempunyai “cara” untuk dapat melihat musuh terbunuh di tanganya. Sejak kehilangan kedua lengannya dan bergabung dengan Jagers. Dengan bantuan Dr. Styilish, Seryu mendapatkan kekuatan barunya yang lebih kuat. Dengan cara memodifikasi tubuhnya, dan mengimplan berbagai senjata mematikan yang terpasang di tubuhnya, senjata tersebut dinamakan “Judgement of the Ten Heavenly Kings”. Terdapat 10 jenis tipe senjata, yang masing – masing dapat digunakan sesuai keperluan dengan berbagai variasi gaya bertarung. Semua senjata tersebut, tersimpan di dalam tubuh Coro, dimana saat ingin mengaktifkan senjata tersebut. Coro akan melahap sebagian lengan Seryu dan kemudian memasangkannya sesuai dengan nomor senjata yang perintahkan Seryu. Nomor 1 sampai dengan 9, merupakan senjata mematikan yang dapat digunakannya untuk bertarung. Dari hanya sekedar pedang, hingga sebuah misil dengan daya ledak yang dahsyat Sedangkan di nomor 10, tersimpan senjata pamungkas, yang dapat digunakannya pada saat – saat terakhirnya. Senjata tersebut merupakan sebuah bom bunuh diri dengan daya ledak yang sangat dahsyat, yang selama ini ditanamkan di dalam otaknya.

Kemantiannya yang berakhir tragis, merupakan buah dari semua tindakan brutalnya selama ini. Berbagai tindakan keji yang mengatasnamakan keadilan semu. Sampai akhir hayatnya, ia tak lebih dari seseorang yang hanya berkoar – koar bicara tentang “keadilan” dan moral, padahal sebaliknya. Dirinya adalah seorang iblis yang sama sekali tidak mengerti arti keadilan yang sesungguhnya.