Gambar Touka Kirishima Tokyo Ghoul Sang Kelinci Pemangsa

Loading...

Gambar Touka Kirishima Tokyo Ghoul Sang Kelinci Pemangsa – Keinginannya untuk tetap menjalani hidup sebagai seorang “manusia”, membuatnya rela mengorbankan dirinya hanya untuk dapat menjalani hidup secara “normal” seperti manusia pada umumnya. Hal tersebut lantas menjadikan sosoknya, seorang yang sangat menghargai arti kehidupan.

Touka Kirishima merupakan seorang Ghoul, yang memilih untuk menjalani hidupnya sebagai seorang manusia “normal”. Sebagai seorang “manusia”, ia terlihat layakanya seorang gadis “normal” pada umumnya, bersekolah, memiliki teman dan sebagainya. Touka sendiri juga seorang siswi kelas 2 di SMA Kiyomi, dan bekerja sebagai seorang waitress di sebuah cafe. Untuk melindungi identitas dirinya sebagai seorang Ghoul. Saat ia sedang melakukan perburan untuk mencari “mangsa” yang akan dijadikan “santapan”, Touka biasanya menyamar dengan menggunakan topeng berbenuk kelinci. Karena topeng kelinci yang ikonik tersebut, ia pun kemudian dijuluki sebagai seorang Rabbit. Sebagai seorang individu, Touka merupakan pribadi yang tangguh karena menjalani “kerja keras” untuk hidup dengan dua identitasnya sebagai seorang “manusia” dan seorang Ghoul. Sebagai seorang Ghoul, ia menampilkan sifat yang cenderung lebih nekat dan tanpa ampun. Ia menyimpan kebenciaan yang begitu mendalam terhadap para Ghoul investigator.

Akar dari kebenciaan ini sendiri, didasarkan oleh CCG. Yang membuat Touka harus terpisah dengan keluarganya dan menjalani hidup sebatang kara sebagai seorang “buronan”. Setelah ia harus menjalani hidup terpisah dari sang kaka Ayato. Touka tumbuh menjadi sosok yang sangat menghargai kehidupan sebagai seorang “manusia”, bahkan jauh di dalam lubuk hatinya ia berharap dapat menjalani kehidupan “normal” seperti teman – temannya. Sebelumnya ia dikenal sebagai pribadi yang terlihat berbahaya dan bersikap dingin pada orang – orang disekitarnya. Saat usianya 14 tahun, sikapnya bahkan lebih dingin dan keras daripada dirinya saat ini. Namun sifatnya perlahan “melunak” seiring berjalannya waktu. Selain karena teman – teman yang ia miliki, hal ini sendiri terutama sangat dipengaruhi oleh kehadiran sosok Kaneki di hidupnya. Touka menjadi sosok yang lebih lemah lembut dan hangat dibandingkan sebelumnya. Ia juga terlihat, menjadi lebih sering tersenyum dan menyapa orang lain dengan sopan meski di luar lingkungan kerjanya.gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-1 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-2 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-3 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-4 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-5 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-6 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-7 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-8 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-9

Loading...

gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-10 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-11 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-12 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-13 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-14 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-15 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-16 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-17 gambar-touka-kirishima-tokyo-ghoul-sang-kelinci-pemangsa-18Di masa lalu, Touka hidup bersama sang ayah Arata dan adik laki – lakinya Ayato di distrik 20. Mereka sekeluarga merupakan Ghoul yang mencoba untuk hidup membaur dengan masyarakat selayaknya “manusia” normal. Arata pun mengajarkan kepada anak – anaknya, hal – hal yang membuat mereka menjadi seorang “manusia” seperti mengajak mereka ke perpustakan, hingga meyakinkan mereka berdua untuk tetap memakan makanan seperti manusia pada umumnya. Namun suatu malam, sang ayah ternyata ditangkap oleh seorang Ghoul investigator. Sebelum Arata di tangkap, Touka pernah berjanji pada ayahnya. Sebagai seorang kaka, dirinya lah yang akan mengajari Ayato tentang banyak hal. Sejak malam itu sang ayah tak pernah kembali, dan menyisakan beribu tanya pada kedua anaknya. Touka dan Ayoto pada akhirnya harus hidup terluntang lantung, seraya menjadi seorang burnonan Ghoul investigator. Namun suatu hari mereka berdua menemukan Anteiku, dan pada akhirnya mereka berdua dirawat oleh Yoshimura. Setelah bertumbuh dewasa, kekuatan dan kemampuan keduanya pun bertumbuh semakin meningkat. Touka sendiri mendapat tawaran untuk bersekolah, dan untuk membalas jasa tersebut. Ia kemudian bekerja paruh waktu, sebagai seorang waitress di sebuah cafe. Di sekolah ia bertemu Yorika, dan kemudian keduanya menjadi sahabat. Ayato sendiri menentang hal tersebut, karena menurutnya suatu saat Touka mungkin akan terbunuh jika dirinya tetap berteman dengan manusia. Tak berapa lama, Ayato kemudian meninggalkan Anteiku dan mulai menjalani hidup terpisah dari sang kakak.

Sebagai bagian dari anggota tim Anteiku, Touka telah berlatih hampir setiap hari dalam hidupnya. Ia merupakan seorang petarung terlatih yang telah menghadapi berbagai Ghoul “gila” yang mengancam perdamain di distrik 20. Sama seperti kepribadiaanya yang terkesan gegabah dan “berdarah panas”, kekuatan dari kagune milik Touka sendiri berfokus pada mengahbisi lawan dengan cepat dan mematikan. Kagune milik Touka merupaka tipe ukaku, terdapat pada bagian bahunya dan berbentuk layaknya sebuah “sayap”. Seperti tipe kagune ukaku pada umumnya, dimana kekuatan kagune miliknya dapat meningkatkan kecepatan bergerak, serta dilengkapi kemampuan untuk menembakan sebuah proyektil dari kagune tersebut. Ia dapat menyebabkan kerusakan yang serius, dengan berfokus kepada satu serangan mematikan pada lawan atau menembakan “peluru” secara bertutubi – tubi ke arah musuh. Touka juga terlihat dapat memanfaatkan kagune-nya, sebagai perisai untuk berlindung dari serangan musuuh. Juga dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan serangan tinjunya.

Meskipun tidak benar – benar dapat menjalani kehidupan sebagai seorang “manusia seutuhnya”. Namun setidaknya, Touka berhasil merendam hasrat “memburunya” sebagai seorang Ghoul dengan tidak membiarkan rasa “kemanusiaan” terkikis habis dalam dirinya dan hanya menyisakan sosok “monster” yang mengerikan.