Gambar Generation of Miracles Kuroko no Basket Legenda Basket SMP Teikō

Loading...
loading...

Gambar Generation of Miracles Kuroko no Basket Legenda Basket SMP Teikō – Dikatakan sebagai orang – orang dengan bakat dan potensi luar biasa, yang hanya dapat ditemui dalam kurun waktu sepuluh tahun sekali. Dianugerahi talenta luar biasa yang membuat masing – masing individu spesial. Kehadiran mereka merupakan torehan sejarah kejayaan, bagi klub basket SMP Teiko.

Generation of Miracles merupakan tim all-star dari klub basket SMP Teikō. Tim ini sendiri terdiri dari 5 orang pemain, yang masing – masing memiliki talenta luar biasa yang tak perlu untuk diragukan. Namun santer beredar isu yang mengatakan, terdapat pemain “bayangan” yang menjadi anggota ke 6 dari tim ini, bernama Tetsuya Kuroko. Meski keberadaanya tidak diketahui publik, namun kehebatannya diakui oleh kelima anggota Generation of Miracles lainnya. Tim ini sendiri, pernah menjuarai kejuaraan nasional secara berturut – turut selama 3 tahun. Sejak lulus dari SMP Teikō, dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Masing – masing pemain, kini terpisah dan tersebar di lima SMA berbeda. Kini mereka saling bersaing satu sama lain, dikerjuaraan basket tingkat SMA. Karena kehebatan mereka berlima, membuat Taiga Kagami seorang anggota klub basket SMA Seirin, memiliki sebuah ambisi untuk mengalahkan masing – masing dari mereka dalam sebuah pertandingan. Ambisinya tersebut, disertai pula dengan impiannya yang ingin menjadi seorang atlet basket terbaik di Jepang. Sejarah terbentuknya Generation of Miracles, berawal saat seluruh anggotanya secara kebetulan merupakan siswa dari SMP Teikō. Di tahun pertama, Akashi, Murasakibara, Aomine dan Midorima, begitupun Kuroko. Mengikuti ujian masuk untuk bergabung, dengan klub basket SMP Teikō. Secara mengejutkan 4 orang tersebut lolos dan langsung tergabung dalam 1st string (tim inti), hal yang tergolong sangat langka terjadi bagi seorang pemula. Sedangkan Kuroko sendiri saat itu, hanya tergabung dalam 3rd string. Suatu hari Aomine bertemu dengan Kuroko, yang saat itu tengah berlatih di gym yang diperuntukan bagi pemain 3rd string.

Aomine sendiri sering berkunjung, ketika dirinya ingin mencari tempat latihan yang lebih sepi. Setelah beberapa kali pertemuan mereka, Akashi dan kedua anggota Generation of Miracles lainnya kemudian juga bertemu dengan Kuroko. Melalui pertemuan tersebut, Akashi sebagai kapten tim menyadari talenta tersembunyi yang dimiliki oleh Kuroko, ia kemudian memberikannya sebuah masukan agar Kuroko dapat bermain dengan lebih baik lagi. 3 bulan berlalu setelah pertemuan tersebut, Kuroko berhasil melewati sebuah tes dan dapat tergabung dalam 1st string, menjadi seorang pemain “bayangan” ke-6 dari Generation of Miracle. Di tahun kedua, barulah Kise ikut tergabung dalam klub, sejak saat itu baik koran maupun tabloid mulai menjuluki mereka sebagai Generation of Miracles, untuk mendeskripsikan talenta hebat kelimannya dalam bermain basket. Seiring waktu berjalan, di tahun ketiga banyak hal, seketika menjadi berubah saat sang kepala pelatih Kōzō Shirogane jatuh sakit dan sosoknya mulai digantikan oleh Sanada. Akan tetapi, Sanada ternyata tidak dapat menangani dengan baik tim ini. Dimulai sejak Aomine yang lambat laut menjadi malas untuk berlatih, begitupun anggota lainnya yang semakin mengalami perubahan. Sanada sebagai pelatih, tak bisa berbuat apa – apa saat melihat tim ini perlahan berubah menuju perpecahan. Ia bahkan mulai mempertanyakan, jika sudah begini apakah mereka berlima masih layak disebut sebagai sebuah tim. Inilah yang pada akhirnya menjadi alasan utama, Kuroko memutuskan untuk membantu Kagami mengalahkan anggota Generation of Miracles pada kejuaraan tingkat SMA. Karena baginya kemenang yang diraih bersama tim, merupakan kemenangan “sesungguhnya”.

Loading...

Generation of Miracles sendiri tergolong tim yang sangat unik bila diperhatikan, dimana masing – masing dari mereka memiliki warna rambut serta mata yang unik dan berbeda – beda satu sama lain. Warna tersebut juga, dikatakan sebagai representasi dari nama mereka masing – masing. Seperti contohnya Shintarō Midorima, dimana dalam bahasa jepang Midori sendiri artinya warna hijau, ataupun Atsushi Murasakibara, yang mana kata Murasaki memiliki arti warna ungu dalam bahasa jepang. Karena kehebatannya, tak mudah untuk dapat memasuki “lingkup” Generation of Miracle. Kelima pemain tersebut, mengistilahkan diri mereka sebagai sebuah “gerbang”. “Gerbang” tersebut merupakan perlambangan untuk dapat masuk ke sebuah area, dimana hanya pemain dengan kemampuan luar biasa yang dapat lolos kualifikasi sebagai seorang “genius” dan berada pada level yang sama dengan para pemain Generation of Miracles. Bahkan hingga kini, mereka masih dikategorikan sebagai pemain terbaik dalam liga basket, karenannya dianggap tak mungkin bagi seseorang dapat melewati “gerbang” yang tertutup tersebut. Sebab kehebatan dari para pemain Generation of Miracle sendiri tidak dapat diragukan. Namun suatu pengecualian bagi Kagami yang dengan perkembangannya yang pesat, perlahan – lahan dapat membuka secara paksa “gerbang” tersebut dan berada pada level setara dengan para pemain Generation of Miracles.

Perpisahan mereka menjadi awal sebuah “kompetisi” yang sesungguhnya dimulai. Kelimanya bersaing membela dan berjuang demi klub basket masing – masing sekolah, untuk meraih sebuah kemenangan dan menciptakan legenda baru dalam catatan sejarah.