Gambar Kirisaki Daīchi High Kuroko no Basket Tim yang Mencoreng Nilai – Nilai Sportifitas

Loading...
loading...

Gambar Kirisaki Daīchi High Kuroko no Basket Tim yang Mencoreng Nilai – Nilai Sportifitas – Merupakan tim yang dipimpin oleh seorang kapten yang dikenal “sadis” dan menghalalkan segala cara demi mencapai tujuannya. Bermain secara sportif, merupakan hal sulit untuk mereka terapan ketika bertanding. Bagi mereka kemenangan harus diraih dengan cara apapun, termasuk dengan mencelakan orang lain dan membuat mereka menjadi menderita.

Kirisaki Daīchi High merupakan tim dari klub basket SMA Kirisaki Daīchi. Mereka merupakan salah satu tim yang masuk dalam daftar, 8 tim terbaik di Tokyo. SMA Kirisaki Daīchi, merupakan sekolah yag dikenal dengan tingkat promosinya yang begitu tinggi. Sehingga membuat sekolah ini, begitu populer dikalangan anak – anak yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang. Karena itu selain tim basketnya yang sangat dikenal, SMA Kirisaki Daīchi juga dikenal dengan klub golfnya yang tak kalah mengagumkan dari klub basket mereka. Kirisaki Daīchi High, merupakan tim yang dikenal akan permainan mereka yang selalu melibatkan cara – cara “kotor” dan melakukan berbagai tindak kecurangan selama mereka bertanding. Berbeda dengan tim basket pada umumnya yang memiliki seorang yang berperan sebagai pelatih tim secara khusus. Tim ini sendiri tergolong unik, dimana seorang yang berperan sebagai seorang pelatih, juga merupakan seorang yang menjabat sebagai kapten tim. Orang tersebut adalah Makoto Hanamiya, seorang pemain yang disebut sebagai salah satu Uncrowned Kings.

Sebenarnya, dahulu Kirisaki Daīchi High juga memiliki seorang pelatih secara khusus. Namun ia kemudian mengundurkan diri, dengan alasan yang tidak diketahui. Semenjak itu, Hanamiya yang menjabat sebagai kapten tim merasa bertanggunjawab untuk mengisi kekosongan posisi tersebut. Sehingga kini ia memegang jabatan ganda, baik sebagai pelatih maupun kapten bagi tim Kirisaki Daīchi High. Karena seluruh tanggungjawab kepemimpinan berada di tangan Hanamiya, ia kemudian memiliki kendali penuh atas tim ini sendiri. Di bawah kepemimpinannya, mereka menjadi tim yang rela melakukan kecurangan selama bertanding dan tanpa ragu – ragu melukai lawan hanya agar dapat meraih kemenangan dan tujuan mereka. Agar tindak kecurangan dan cara – cara kotor yang mereka lakukan dapat berjalan mulus. Guna memastikan tindakan mereka tidak tertangkap mata oleh wasit pertandingan. Beberapa pemain selalu bertugas sebagai pemain yang akan menghalangi pengelihatan wasit, dan lainnya bertugas sebagai sang eksekutor. Hal ini sendiri butuh tingkat kerjasama tim yang tinggi, guna membuat rencana berjalan tanpa adanya hambatan. Karena tak ragu menyakiti pemain lawan, maka beredar sebuah kabar bahwa setiap tim yang berhadapan dengan tim basket Kirisaki Daīchi High tahun ini, seluruhnya mengalami sebiah luka atau cidera yang mereka dapatkan ketika bertanding. Secara spesifik, Hanamiya sendiri dan timnya biasanya akan menargetkan para pemain terbaik dari tim lawan untuk dicederai oleh mereka.

Loading...

Selama bertanding, disebutkan bahwa ternyata sang kapten Hanamiya tidak pernah benar – benar bermain pada posisinya sebagai seorang point guard, melainkan dirinya hanya akan memenuhi kewajibannya berada dalam sebuah posisi guna dapat menggunakan teknik “jaring laba – laba” andalan ketika bertanding. Disatu kesempatan ketika mereka bertanding melawan tim basket SMA Seirin saat turnamen basket Interhigh. Hanamiya sejak awal sudah menyusun sebuah rencana licik ketika bertanding. Rencana tersebut tak lain, adalah rencana guna mencelakai Kiyoshi, dan membuatnya mengalami sebuah cidera. Rencana tersebut hanya menunggu waktu yang tepat untuk diekesekusi, selama pertandingan berlangsung. Ketika waktunya tepat, ia akan memberikan sebuah isyarat, sebagai tanda kepada para anggota timnya untuk mulai mengekseskusi rencana mereka. Kiyoshi sendiri pada akhirnya, mengalami sebuah cidera serius di bagian lututnya. Rencana ini sendiri berjalan dengan begitu mulus dengan tanpa menimbulkan kecurigaan dari para wasit. Meskipun sebenarnya rekan satu tim Kiyoshi, yaitu Hyūga, sadar bahwa mereka memang sengaja berniat untuk mencelakakan Kiyoshi. Namun Hyūga yang diliputi amarah pun, tak bisa melakukan apapun sebab Hanamiya menyatakan, Hyūga, sama sekali tak memiliki bukti kuat yang dapat membuktikan bahwa mereka memang sengaja melakukan hal tersebut kepada Kiyoshi. Turnamen ini sendiri lantas merupakan pertandingan terakhir Kiyoshi, sebelum akhirnya ia harus menerima perawatan intens di rumah sakit untuk waktu yang lama.

Dari segi kerjasama tim dan kesolidaan, tim basket Kirisaki Daīchi High membuktikan merupakan sebuah tim yang dapat dijadikan sebuah panutan bagi tim lainnya. Namun di sisi lain, mereka pula merupakan contoh buruk, yang mencoreng nilai – nilai sportifitas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap atlet.