Gambar Rakuzan High Kuroko no Basket Sang Raja Terkuat Turnamen Winter Cup

Loading...
loading...

Gambar Rakuzan High Kuroko no Basket Sang Raja Terkuat Turnamen Winter Cup – Dijuluki sebagai “Raja”, SMA Rakuzan merupakan sekolah dengan tim basket, yang telah berkali – kali mengukir nama mereka sebagai seorang juara dalam berbagai turnamen basket. Merupakan sebuah tim yang terdiri dari orang – orang degan kemampuan luar biasa dan kehebatan yang tak perlu untuk diragukan. Membuat predikat sebagai “tim basket terkuat”, rasanya pantas untuk mereka raih.

SMA Rakuzan merupakan salah satu sekolah paling bergengsi di Kyoto, Jepang. Sebagai sekolah bergengsi, SMA Rakuzan sendiri memiliki sebuah moto yang berbunyi “berprestasi dalam bidang akademis maupun non-akademis”. Moto tersebut mengartikan, bahwa para siswa SMA Razukan bukan hanya merupakan siswa cerdas yang memiliki nilai dan prestasi gemilang di bidang akademis. Namun juga mereka dapat mengukir sebuah prestasi, dalam bidang non-akademis sekalipun, seperti halnya olahraga basket. Karena hal tersebut, membuat siswa lulusan SMA Rakuzan, nantinya dapat memiliki kesempatan yang sangat tinggi untuk dapat diterima di berbagai Universitas ternama di Jepang. Seijūrō Akashi sang mantan kapten tim basket, Generation of Miracles. Begitupun tiga orang pemain yang dijuluki sebagai Uncrowned Kings, merupakan seorang siswa SMA Rakuzan yang kehadirannya membuat tim basket Rakuzan High semakin tak terkalahkan. Tim ini sendiri bahkan dikatakan layaknya tim Generation of Miracles dari SMP Teikō. Sebab masing – masing pemain, memiliki kemampuan yang cukup sebanding untuk disejajarkan dengan kehebatan para anggota Generation of Miracles.

Mereka merupakan juara bertahan dari turnamen basket Winter Cup selama lima tahun berturut – turut. Tim basket Rakuzan High, telah berpartisipas sejak awal turnamen Winter Cup ini digelar, sehingga membuat mereka mendapatkan gelar sebagai “Raja tertua dan terkuat” dari turnamen ini. SMA Rakuzan disebut sebagai salah satu sekolah, dengan tim basket yang paling banyak mengukir kemenangan pada berbagai turnamen, dibandingkan sekolah – sekolah lainnya. Di tahun ini, Rakuzan High merupakan tim yang keluar sebagai pemenang pada turnamen basket Interhigh. Kemenangan mereka di babak final turnamen Interhigh, melawan tim basket SMA Tōō, membuat reputasi mereka semakin meningkat sebagai tim yang dikenal dengan julukan “monster”. Walaupun pada pertanding tersebut, baik Akashi dan Aomine para pemain terbaik masing – masing tim tidak ikut berpartisipasi. Namun, pertanding tetap berlangsung begitu sengit dan penuh persaingan. Berkat kemenangan mereka pada turnamen Interhigh, Rakuzan High mendaptkan suatu keistimewaan khusus pada turnamen Winter Cup. Sebab secara otomatis tim basket Rakuzan High, dapat langsung menjadi salah satu tim yang ikut berpartisipasi dalam turnamen, tanpa perlu mengikuti beragam babak penyisihan.

Loading...

Pertandingan tim basket Rakuzan High melawan tim basket SMA Seirin, di babak final turnamen Winter Cup tahun ini, merupakan momen dimana sejarah baru terukir. Turnamen Winter Cup tahun ini merupakan pertama kalinya, tim basket Rakuzan High mengalami kekalahan. Momen kekalahan mereka, otomatis memutuskan rantai kemenangan Rakuzan High sebagai juara bertahan setiap tahunnya. Pertandingan ini sendiri berlangsung begitu spektakuler, kedua tim saling bersaing satu sama lain dengan begitu sengit. Pertandingan ini membuat setiap pemain pada masing – masing tim mengeluarkan seluruh kemampuan yang mereka miliki saat di lapangan. Sampai pada akhirnya pertandingan harus berakhir dengan skor 106 – 105, dimana Seirin berhasil memimpin satu poin dibandingkan Rakuzan High, dan keluar sebagai juara turnamen Winter High tahun ini. Kekalahan ini lantas menjadi pukulan telak bagi tim Rakuzan High, sampai pada saat pertandingan telah usai para pemain masih merasa sangat shock dan tak percaya tim mereka dapat dikalahkan. Sang kapten tim Akashi, yang juga untuk pertama kalinya merasakan rasanya sebuah kekalahan, yang ternyata terasa begitu menyakitkan baginya, bahkan sanggup membuat seorang Akashi menitikan air matanya.

Melalui kekalahan yang untuk pertama kalinya tim mereka alami, memberikan pelajaran yang tak terlupakan bagi mereka. Bahwa roda kehidupan pasti berputar, dan tak selamanya kemenangan akan selalu menjadi milik mereka. Kadang kala dalam hidup, perlu untuk “terjatuh” lebih dahulu agar dapat mengetahui bagaimana rasanya “bangkit” dari keterpurukan.