Gambar Ryō Sakurai Kuroko no Basket Sang Atlet yang Delusional

Loading...
loading...

Gambar Ryō Sakurai Kuroko no Basket Sang Atlet yang Delusional – Berawal dari kecintaanya dalam membaca manga, rasa kecintaanya terhadap basket pun mulai tumbuh secara tak diduga. Berbicara tentangnya, maka tidak akan terlepas dari delusi yang dialaminya. Keadaan yang membuatnya selalu diliputi perasaan bersalah dan menganggu psikologisnya. Sosoknya mungkin terlihat “rapuh” dan tak berdaya, namun saat “sisi lainnya” bangkit, ia merupakan lawan yang kehadirannya patut diperhitungkan.

Ryō Sakurai merupakan siswa kelas 1, dan juga seorang pemain yang tergabung dalam tim basket Tōō Academy. Sakurai sendiri bermain pada posisi shooting guard di dalam timnya. Sebagai seorang individu, Sakurai dikenal sebagai sosok delusional yang kerap kali menyalahkan dirinya sendiri. Delusi yang dialaminya, sering kali membuat Sakurai berpikir segala sesuatu hal yang terjadi disekitarnya, merupakan kesalahanannya. Terutama mengenai hal – hal yang menyangkut soal Aomine, karena keduannya merupakan teman sekelas. Tak berhenti sampai disitu, hal tersebut akan semakin parah terlebih jika Sakurai melakukan sebuah kegagalan dalam suatu hal. Hal tersebut, lantas akan membuatnya semakin diliputi rasa bersalah yang luar biasa, membuatnya hingga berulang kali mengucapkan kata maaf, atau bahkan sampai mengucapkan kata maaf karena dirinya telah terlahir di dunia, sebagai bentuk penyesalannya yang mendalam. Sakurai sendiri, selalu berusaha untuk tidak merepotkan orang lain, disebabkan rasa takut mereka akan marah karena merasa terbebani olehnya. Sifatnya tersebut, bahkan tetap dibawanya ketika Sakurai bertanding sekalipun. Membuat ia memiliki sebuah kebiasaan unik, dimana setiap kali Sakurai ingin menembakan bola ke ring dengan teknik three-point, Sakurai selalu berbisik pelan mengucapkan kata maaf, sebagai ekspresi yang menunjukan perasaan bersalahnya.

Serupa dengan kepribadiaan Hyūga, Sakurai juga memiliki “sisi lain” dirinya yang akan muncul pada waktu – waktu tertentu. Sisi lain tersebut, memiliki sikap yang sangat bertolak belakang, dengan kepribadiaan Sakurai yang seperti biasanya. Keadaan yang akan memicu kepribadiaan tersebut muncul, adalah ketika sebuah pertandingan berlangsung begitu sengit dan penuh persaingan ataupun pada saat Sakurai merasa sangat jengkel pada Hyūga, jika ia dapat dengan konsisten berhasil menembakan bola dan mencetak skor bagi timnya. Dalam keadaan ini, Sakurai menjadi sosok pemain yang sangat kompetitif kala bertanding. Keadaan ini pun membuat kepercayaan dirinya meningkat dengan tajam. Ia tak lagi memandang dirinya sebagai seorang pemain yang lebih lemah atau memiliki kemampuan lebih rendah dibanding orang lain. Namun justru, keadaan tersebut membuat Sakurai menjadi pribadi, yang berpikir bahwa dirinya lebih baik dibandingkan lawan – lawannya. Selain kepribadiaanya yang “berubah”, dalam keadaan ini seperti halnya Hyūga kemampuan Sakurai dalam menembakan bola pun menjadi meningkat. Ia juga akan sangat tidak menyukai kegagalan pada saat dirinya, sedang menembakan bola menuju ring. Namun, terlepas dari itu semua. Di luar lapangan, Sakurai ternyata merupakan seorang yang sangat pandai dalam hal memasak, terutama membuat sebuah bento (bekal makan siang). Selain bermain basket, Sakurai juga ternyata memiliki hobi lainnya, yaitu menggambar dan membaca manga.

Loading...

Sebagai seorang atlet, Sakurai merupakan pemain yang cukup mahir dalam “mencuri” bola dari genggaman lawan. Kemampuannya tersebut sempat ditampilkan berulang kali, dalam sebuah pertandingan kala timnya berhadapan dengan tim basket Kaijō High dan Seirin High. Sakurai sendiri dikenal dengan teknik andalannya dalam menembakan bola, yang disebut sebagai teknik quick-release. Teknik ini sendiri, sebenarnya seperti halnya teknik menembak three-point pada umumnya. Hanya saja durasi yang dibutuhkan Sakurai dalam melepaskan bola menuju ring, berlangsung dengan sangat cepat. Singkatnya, pada saat Sakurai sudah berada dalam posisi siap, untuk menembakan bola. Ia tidak membutuhkan jeda untuk membidik terlebih dahulu, melainkan langsung melepaskan tembakan menuju ring. Meski begitu, tembakan ini sendiri tetap memiliki akurasi yang luar biasa. Karena berlangsung dengan begitu cepat, maka akan sangat sulit bagi lawan untuk menghalangi laju bola.

Sebagai seorang individu, Sakurai harus berhenti berpikir bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan kesalahannya. Sebab satu – satunya kesalahan yang diperbuatnya, adalah membiarkan rasa bersalah menguasainya, dan membuatnya tidak dapat memaksimalkan seluruh potensi yang dimilikinya.