Gambar Shūtoku High Kuroko no Basket Sang Raja yang Melegenda

Loading...
loading...

Gambar Shūtoku High Kuroko no Basket Sang Raja yang Melegenda – Pengalaman yang dilalui selama 11 tahun perjalanan mereka, merupakan torehan sejarah dalam dunia olahraga basket Jepang. Kehadirian mereka selalu berhasil merajai berbagai kompetisi yang mereka ikuti. Sebuah bukti kebesaran, yang berhasil mengukuhkan nama mereka sebagai sang “raja yang melegenda”.

Shūtoku High, merupakan salah satu SMA yang mendapatkan gelar sebagai “Three Kings of Tokyo”. The Three Kings of Tokyo, merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada tiga sekolah yang berlokasi di Tokyo, Jepang. Mereka merupakan 3 sekolah yang kekuatannya dikenal luar biasa, dan mendominasi dalam liga basket tingkat SMA. Selama kurun waktu 11 tahun, mereka lah yang selalu menjadi 3 tim basket, yang merepresantasikan turnamen Interhigh setiap tahunnya. Namun tradisi ini, kemudian berubah saat tim basket Seirin High, mampu mengalahkan Seihō High dan Shūtoku High, dalam laga final turnamen Interhigh tahun ini. Karena telah ikut berpartisipasi dalam kompetisi selama 11 tahun, Shūtoku High memiliki banyak sejarah tentang catatan kemenangan mereka dalam berbagai pertandingan. Sekolah mereka pun dikenal dengan fasilitasnya yang begitu lengkap dan memadai, namun memiliki sistem managemen yang begitu ketat. Orange sendiri merupakan warna jersey, yang menjadi kebanggan sekolah mereka.. Tim ini sendiri, awalnya dipimpin oleh Taisuke Ōtsubo. Namun setelah kelulusannya, jabatan kapten tersebut diserahkan kepada Yūya Miyaji. Shūtoku High merupakan sebuah tim, dimana terdapat salah satu anggota timnya, pernah bermain dan tergabung dalam tim Generation of Miracles. Sang shooting guard, Shintarō Midorima. Meski mendapatkan gelar sebagai The Three Kings of Tokyo, di tahun ini Seirin High berhasil mengalahkan mereka di babak final penyisihan turnamen Interhigh. Kekalahan tersebut lantas membuat gelar yang mereka miliki, menjadi hal yang kini dipertanyakan.

Ditahun sebelumnya, merupakan tahun pertama bagi tim Seirin High berpartisipasi dalam kompetisi turnamen Interhigh. Saat itu, dengan usaha dan kerja keras Seirin High berhasil masuk dalam liga final babak penyisihan. Pada babak tersebut, mereka kemudian harus berhadapan dengan tim Shūtoku High. Pertandingan tersebut ternyata menjadi sebuah kekalahan telak bagi tim Seirin High. Pertandingan berakhir dengan kemenangan, diraih oleh Shūtoku High, dengan perbandingan skor akhir yang sangat jauh berbeda, yakni skor 141 point untuk Shūtoku High dan 45 point untuk Seirin High. Namun di tahun berikutnya, Shūtoku High kembali dipertemukan dengan tim Seirin High pada babak penyisihan final turnamen Interhigh. Pertandingan ini sendiri, dapat dikatakan sebagai ajang balas dendam bagi Seirin High setelah menerima kekalahan mutlak mereka sebelumnya. Berbeda dengan pertandingan sebelumnya. Kali ini masing – masing tim semakin diperkut dengan kehadiran pemain baru mereka. Dimana, Shūtoku High mendapatkan kehadrian salah satu pemain pada tim Generation of Miracles, Shintarō Midorima. Sedangkan Seirin High mendapatkan kehadiran Taiga Kagami dan juga Tetsuya Kuroko sang pemain “bayangan” ke-6 dari tim Generation of Miracles.

Loading...

Permainan kali ini berlangsung luar biasa sangat sengit antara kedua tim. Namun pada akhirnya, Seirin High dapat membayarkan kekalahan mereka sebelumnya, degan skror akrhir yang hanya berbeda satu poin, Seirin High dengan 82 dan Shūtoku High 81 poin. Di tahun ini pula, Shūtoku High juga ikut berpartisipasi dalam turnamen Winter High. Namun sayangnya, mereka kemudian harus rela dikalahkan oleh tim Rakuzan High pada babak semi final, dimana tim lawan hanya unggul 16 poin dari Shūtoku High saat itu. Meski menerimana kekalahan, mereka kemudian mendapatkan kesempatan untuk bertanding, guna memeperebutkan gelar sebagai juara ke-3 turnamen Winter Cup. Di pertandingan tersebut, Shūtoku High harus berhadapan dengan tim Kaijō High. Sekolah tersebut juga memiliki jagoan andalannya yang juga merupakan mantan pemain pada tim Generation of Miracles, yaitu Ryōta Kise. Namun ternyata, beruntung bagi Shūtoku High. Kise saat itu tidak dapat terlibat dalam pertandingan disebabka cidera yang dideritanya. Sehingga pada akhirnya, pertandingan kemudian berakhir dengan kemenangan bagi tim Shūtoku High, dengan skor akhir pertandingan 54 – 96.

Pengalaman yang mereka miliki selama bertahun – tahun, ternyata masih belum mampu membuat mereka menghalau datangnya kekalahan. Nyatanya tim Shūtoku High kini, harus berbesar hati menerima dan membiarkan bintang baru dalam dunia basket terlahir, mencuri kejayaan dan perhatiaan publik yang telah bertahun – tahun mereka pertahankan.