Gambar Taiga Kagami Kuroko no Basket Sang Keajaiban Baru Dunia Basket

Loading...
loading...

Gambar Taiga Kagami Kuroko no Basket Sang Keajaiban Baru Dunia Basket – Kehadirannya merupakan titik awal perjalananya, untuk dapat menjadi seorang pemain terbaik di Jepang. Seiring berjalannya waktu, dirinya tumbuh bersama talenta luar biasa yang dimilikinya. Menjadikan sosoknya perlahan memenuhi kualifikasi, sebagai seorang yang kekuatanya mampu disejajarkan, dengan mereka para pemain Generation of Miracles.

Taiga Kagami merupakan seorang siswa kelas satu SMA Seirin. Ia sendiri tergabung dalam tim basket Seirin High, dan merupakan seorang yang dikalim sebagai pemain terbaik dalam tim, yang bermain pada posisi power forward. Di masa lalu ketika Kagami, masih kelas 3 SD ia sekeluarga pindah dan kemudian menetap di Amerika. Saat tinggal di Amerika, pada awalnya sulit bagi Kagami untuk mendapatkan seorang teman, karena penampilannya yang terlihat asing diantara teman – teman sebayanya. Namun suatu hari, ia kemudian bertemu dengan Tatsuya Himuro, yang kemudian mengajaknya untuk bermain basket bersamanya. Sejak saat itu Himuro menjadi teman pertama yang dimiliki Kagami saat ia di Amerika. Melalui bermain basket lah, hubungan pertemanan keduannya tumbuh semakin erat seiring berjalannya waktu. Kala itu Kagami merupakan seorang pemula, di sisi lain Himuro tergolong seorang pemain yang telah menunjukan potensinya meski di usianya yang masih kanak – kanak. Mengetahui Kagami juga memiliki passion dalam bermain basket seperti dirinya, Himuro kemudian membantu Kagami untuk melatih kemampuannya dalam bermain basket. Melalui Himuro, Kagami belajar banyak hal soal basket, dan berkembang dengan cepat. Bagi Kagami, sosok Himuro lebih dari seorang sahabat, melainkan sudah seperti seorang kakak baginya. Sebagai bukti “persaudaraan” keduanya, Himuro dan Kagami bahkan masing – masing memiliki sebuah cincin yang menjadi sebuah bukti persahabatan mereka. Himuro dan Kagami yang berkeinginan untuk dapat menjadi seorang pemain yang lebih kuat. Kemudian keduannya berinisiatif, untuk meminta Alexandra Garcia, seorang atlet WNBA yang telah pensiun untuk melatih keduannya bermain basket. Tahun – tahun berlalu, Kagami dan Himuro pun sempat terpisah satu sama lain untuk waktu yang cukup lama, dan kembali dipertemukan melalui sebuah momen tak terduga. Keduannya bertemu pada sebuah pertandingan basket jalanan, dan kali ini mereka bertemu sebagai seorang lawan yang bermain dalam tim yang berbeda. Melalui permainan tersebut diketahui, ternyata kemampuan Kagami sudah semakin bertambah hebat. Dimana untuk pertama kalinya, kini Kagami dapat mengalahkan Himuro pada sebuah pertandingan. Setelah pertemuan tersebut, keduannya kemudian hampir selalu bertemu dan bertanding setiap minggunya. Masing – masing tim pun memiliki jumlah kemenangan dan kekalahan yang seimbang. Namu di pertandingan mereka yang ke 98 kalinya, Himuro berkata pada Kagami bahwa jika seandainya ia kalah dalam pertandingan berikutnya yang ke 99. Himuro menyatakan ia tak akan lagi menganggap Kagami sebagai “adik kecilnya” dan mengakui kemampuanya sebagai seorang pemain hebat. Hari pertandingan pun tiba, dan ketika Kagami memiliki kesempatan untuk membuatnya menang dalam pertandingan. Kagami justru dengan sengaja membuang kesempatan itu demi Himuro.

Namun di lain sisi, Himuro justru berpikiran lain dan merasa sangat marah dengan Kagami yang menyia – menyiakan kesempatan. Sejak peristiwa tersebut, Kagami kemudian kembali ke tanah kelahiranya, Jepang dan tidak pernah bertemu lagi dengan Himuro selama dua tahun lamanya. Sejak bergabung dengan tim basket Seirin High dan keduannya bertemu. Bagi Kagami, sosok Kuroko bukan hanya merupakan seorang rekan satu tim yang paling bisa diandalkan, tapi lebih dari pada itu yaitu seorang sahabat. Keduannya menjadi seorang sahabat yang saling mengerti satu sama lain, saling memotivasi, dan menjadi tempat bagi keduannya saling mencurahkan seluruh keluh kesah. Kemampuan bermain basket keduanya yang begitu berbeda, ternyata dapat saling melengkapi dan saling “menguntungkan” satu sama lain. Bagi Kuroko pribadi, sosok Kagami bagaikan “cahaya”, sedangkan dirinya adalah sang “bayangan”. Dimana, “semakin terang cahaya, maka bayanganya akan semakin gelap dan akan semakin menonjolkan terangnya cahaya tersebut”. Oleh karena itu, Kuroko kemudian memutuskan dirinya akan menjadi “bayangan” bagi Kagami sang “cahaya”, dengan begitu Kuroroko dapat membantu Kagami “bersinar terang” menjadikannya seorang pemain terbaik di Jepang. Kerjama antara Kuroko dan Kagami, sebagai sang “cahaya” dan “bayanganya” tersebut, menjadi salah satu kekuatan utama bagi tim Seirin High yang membawa mereka pada berbagai kemenangan.gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-1 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-2 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-4 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-5 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-6 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-7 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-8 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-9 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-10

Loading...

gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-11 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-12 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-13 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-14 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-15 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-16 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-17 gambar-taiga-kagami-kuroko-no-basket-sang-keajaiban-baru-dunia-basket-18 Sebagai seorang individu, Kagami merupakan pribadi yang sangat ambisius keras kepala, dan memiliki tekad kuat. Membuatnya menjadi sosok yang tidak akan menyerah, meski berada dalam situasi sulit sekalipun. Karena itu Kagami dikenal sebagai seorang yang memiliki semangat juang yang selalu berkobar dan tidak pernah mati. Kagami sendiri sangat menikmati, kala bertanding berhadapan dengan lawan yang kuat. Sebab ia menganggap apa gunanya bermain basket, jika tidak bisa berhadapan dengan lawan yang kuat. Karena sifat kompetitifnya tersebut, Kagami tergolong seorang yang tempramental dan mudah sekali tersulut emosinya. Terlepas dari sifatnya tersebut, Kagami ternyata menderita sebuah Cynophobia, atau rasa ketakutan pada seekor anjing. Hal ini sendiri disebabkan oleh rasanya traumanya, karena digigit oleh seekor anjing sewaktu ia tinggal di Amerika. Dirinya juga merupakan seorang yang memiliki nafsu makan yang sangat luar biasa, bahkan dapat dikategorikan “rakus”. Porsi makannya bahkan lima kali lebih banyak dari orang normal pada umumnya. Setelah turnamen Interhigh selesai, dan pada saat turnamen Winter Cup berlangsung. Tokoh Kagami sendiri, digambarkan sebagai sosok yang dengan seiring berjalannya waktu, semakin berubah menjadi seorang yang lebih dewasa dibandingkan sebelumnya. Tak seperti sebelumnya, kini sosok Kagami ditampilkan sebagai seorang yang akan lebih memikirkan setiap tindaknnya, lebih dapat mengontrol emosinya, dan tidak mudah terprovokasi oleh orang lain.

Sebagai seorang atlet, ia merupakan seorang pemain yang dianugerahi dengan bakat alami yang luar biasa. Sebagai pemain, Kagami memiliki kekuatan yang sangat kuat dan kecepatan yang luar biasa. Dengan kemampuannya tersebut, ia bahkan mampu menandingin kehebatan Aomine, salah satu mantan pemain tim Generation of Miracles. Kagami sendiri memiliki refleks yang begitu luar biasa, ia dapat bereaksi dengan begitu cepat bahkan ketika menghadapi seorang pemain dengan kemampuan penguasaan bola yang luar biasa seperti Aomine. Begitupun mengahalau tembakan Aomine, dengan refleks dan kemampuan pertahanan yang mengagumkan. Pada awalnya, kemampuan menembak jarak jauh Kagami tergolong buruk. Ia sendiri lebih banyak bergantung dengan kemampuan dunk dan melompatnya yang memang menjadi andalannya. Namun dengan berjalannya waktu, ia pun semakin mengasah kekurangannya tersebut dan semakin menyempurnakan tekniknya. Dengan kekuatan yang dimilikinya, membuat Kagami memiliki kemampuan melompat yang luar biasa. Ia sendiri dapat melompat pada ketinggian yang melebihi rata – rata pemain pada umumnya. Kemampuan melompatnya tersebut menjadi salah satu kunci kekuatannya dalam melakukan berbagai teknik dunk andalannya. Selama bertanding, Kagami merupakan pemain yang dikenal banyak memanfaatkan teknik dunk dalam mencetak skor bagi timnya. Teknik dunk sendiri merupakan metode andalannya, dimana penguasaanya pada teknik ini tidak perlu untuk dipertanyakan lagi. Layaknya para pemain Generation of Miracles, Kagami juga ternyata mampu masuk dalam keadaan zone, selama bertanding. Ia pertama kali dapat mengakases dan masuk dalam keadaan zone, saat timnya berhadapan dengan tim basket SMA Tōō. Saat itu timnya sendiri hampir mengalami kekalahan dan berada di bawah tekanan. Kagami yang bertekad kuat ingin “melindungi” timnya, kemudian memicu dirinya sehingga dapat masuk dalam keadaan zone. Dalam keadaan ini, Kagami sendiri seolah tak terhentikan, kecuali ada pemain lain yang juga sedang berada dalam keadaan zone. Saat Kagami berada dalam keadaan zone, seluruh status kemampuannya akan meningkat dengan sangat pesat hingga ke titik dimana kemampuannya tersebut mampu menandingi atau bahkan melampaui pemain sekelas Generation of Miracles.

Memenangkan turnamen basket Winter Cup bersama timnya, merupakan langkah awal bagi Kagami untuk dapat menjadi seorang pemain terbaik di Jepang. Sang “cahaya” membuktikan dirinya dapat bersinar dengan begitu terangnya dan hadir sebagai sebuah “keajaiban”, yang akan menjadi seorang bintang baru dalam dunia basket Jepang.