Gambar Tōō Academy Kuroko no Basket Sang Tiran Baru

Loading...
loading...

Gambar Tōō Academy Kuroko no Basket Sang Tiran Baru – Dalam beberapa tahun terakhir, mereka tumbuh dengan begitu cepat dan tak terduga, berhasil melampaui para veteran menuju kejayaan. Sebuah titik awal, dimana kini kehadiran mereka dianggap sebagai sebuah “ancaman baru” yang patut untuk diperhitunggkan.

Tōō Academy merupakan sebuah sekolah, yang berlokasi di Tokyo. Di sini lah, sang atlet yang sempat dijuluki sebagai pemain terbaik dari tim basket Generation of Miracles, Daiki Aomine bersekolah. Di masa lalu, tim basket Tōō Academy bukanlah partisipan yang kehadirannya dianggap sebagai kompetitor kuat bagi tim lainnya. Namun meski begitu, mereka memiliki caranya tersendiri untuk dapat memperbaiki hal tersebut. Tōō Academy banyak merekrut para pemain kuat dan berpengalaman untuk bergabung dengan tim mereka, termasuk salah satunya diantaranya adalah Aomine. Kehadiran mereka otomatis menjadi sebuah pondasi yang akan semakin memperkuat tim ini, untuk mendapatkan kejayaan mereka. Serta menjadikan tim basket Tōō Academy, sebagai sebuah ancaman baru dalam liga basket tingkat SMA. Di tahun ini, mereka berhasil memenangkan setiap pertandingan di babak penyisihan turnamen Interhigh, selalu dengan skor akhir lebih dari 100 poin. Kemanangan tersebut lantas membawa tim ke liga final babak penyisihan, dimana mereka harus berhadapan dengan tim basket Seirin High. Saat berhadapan dengan Seirin High, mereka membuktikan kekuatan mereka yang luar biasa dengan membuat perbandingan skor akhir yang cukup jauh (112 – 55), dimana pertandingan berakhir dengan kemenangan yang diraih oleh tim Tōō Academy. Kemenangan tersebut, lantas membuat mereka dapat menginjakan kaki di babak perempat final. Pada pertandingan babak ini, Tōō Academy dipertemukan dengan tim Kaijō High. Seperti halnya Tōō Academy, yang memiliki Aomine sebagai pemain andalan mereka. Begitu pula Kaijō High, tim mereka pun mendapatkan kehadiran dari Ryōta Kise salah satu pemain yang pernah tergabung dalam tim Generation of Miracles, dan dijuluki sebagai “sang peniru”. Seperti prediksi awal, pertandingan pun berlangsung dengan begitu sengit dan penuh persaingan antara kedua tim. Namun, pertandingan yang begitu ketat tersebut, berakhir dengan kemenangan bagi tim Tōō Academy, dengan perbandingan skor akhir yang cukup mendekati (98 – 110).

Setelah perjalanan panjang, mereka pun nyatanya berhasil masuk pada babak final, turnamen Interhigh tahun ini dan berhadapan dengan tim Rakuzan High. Meski kedua pemain andalan dari masing – masing tim, Akashi dan Aomine tidak berpartisipasi pada pertanding tersebut. Namun kompetisi tetap berlangsung begitu “panas”, dengan hasil akhir pertandingan dimenangakan oleh Rakuzan High sebagai juara turnamen Interhigh tahun ini, dan Tōō Academy harus berbesar hati sebagai posisi runner-up. Dengan kemenanga tersebut, otomatis membuat Tōō Academy mendapatakan sebuah wildcard, yang membuat mereka tidak perlu mengikuti babak penyisihan, dan langsung dapat berpartisipasi pada turnamen Winter Cup. Namun ternyata, di babak pertama mereka kembali dipertemukan dengan tim Seirin High. Pertandingan kali ini, dapat dikatakan sebagai pembalasan dendam bagi Seirin, sebab pertandingan berakhir dengan kemenangan diraih oleh mereka, dengan perbandingan skor yang begitu tipis hanya berbeda 1 poin (101-100). Kekalahan tersebut, lantas menjadi hal yang mengejutkan baik bagi publik, maupun anggota tim Tōō Academy sendiri. Kenyataan yang langsung meruntuhkan segala ekspektasi awal, yang seketika harus berakhir ironis dengan kekalahan Tōō Academy di babak pertama.

Loading...

Sebagai sebuah tim, Tōō Academy memiliki suatu ideologi atau cara pandang khusus yang menjadi filosofi mereka dalam bermain basket. Tim ini sendiri, sama sekali tidak memperdulikan kerjasama, ataupun pertemanan dalam sebuah tim. Hal yang begitu kontras, dengan apa yang diyakini oleh tim Seirin High. Para pemain yang tergabung dalam tim Tōō Academy, sepenuhnya berfokus kepada kemampuan masing – masing individu, sehingga dapat dikatakan sama sekali tidak tumbuh ataupun adanya rasa kesatuan dan persatuan dalam tim ini. Namun, meski aspek kerjasama sangat lah kurang dalam tim ini. Di balik itu semua, para anggota tim nyatanya tetap memiliki kesamaan visi dan tujuan, dalam memenuhi keingin dan hasrta “haus” akan kemenangan yang mereka miliki. Masing – masing dari pemain pun, menaruh kepercayaan yang begitu besar kepada pemain terbaik mereka Aomine, sebagai seorang yang akan selalu membawa tim, untuk dapat meraih kemenangan.

Tōō Academy dapat dikatakan sebagai sebuah gambaran ironi, dari sebuah tim basket. Karena apalah artinya sebuah tim, tanpa adanya kerjasama dan rasa solidaritas masing – masing pemain. Kemenangan jadi terasa hambar, ketika makna kebersamaan tak pernah mereka rasakan.