Gambar Yōsen High Kuroko no Basket Sang Perisai dan Pertahanannya yang Tak Tertanding

Loading...
loading...

Gambar Yōsen High Kuroko no Basket Sang Perisai dan Pertahanannya yang Tak Tertanding – Mereka hadir dengan keunikan, yang membuatnya berbeda dari tim lainnya. Dikenal sebagai tim yang memiliki tingkat pertahanan terbaik di seluruh Jepang. Menembus pertahanan mereka, menjadi sebuah hal yang hampir tidak mungkin untuk dilakukan.

Yōsen High merupakan sebuah sekolah elit, yang berlokasi di Akita. Karena reputasinya sebagai sebuah sekolah bagi para kalangan kelas atas, untuk menjaga reputasi tersebut. Pihak sekolah tidak mengizinkan siswanya, untuk mengikuti sebuah kompetisi tidak resmi yang tidak mewakili nama sekolah, seperti halnya turnamen street basket 5 on 5. Yōsen High baik dari segi arsitektur bangunan, maupun sistem pendidikannya, banyak mendapatkan pengaruh dari negara – negara di bagian barat. Sebagai sekolah yang cukup baik dalam menanggapi, serta menerima perubahan atas globalisasi dan berbagai pengaruh asing. Yōsen High tidak menutup kesempatan terhadap siswa asing dari luar negeri di sekolahnya, untuk dapat mengembangkan talenta mereka dalam berbagai bidang yang mereka geluti. Seperti contohnya pada tim basket Yōsen High yang mengizinkan talenta siswa berkewarganergaraan asing bermain dalam tim mereka. Salah satunya adalah pemain bernomor punggung 11 posisi small forward, bernama Wei Liu yang berasal dari China. Yōsen High, juga menjadi salah satu sekolah, dimana salah seorang pemain yang pernah tergabung dalam tim basket Generation of Miracles bersekolah, sang pemain center Atsushi Murasakibara.

Yōsen High sendiri sering dijuluki, sebagai “pusatnya” para pemain berkualitas. Sebab tim ini, banyak memiliki para pemain kuat dan beragam. Salah satu yang menjadi kelebihan dan keunikan tim ini, adalah 3 orang anggota tim yang kehadirannya menjadi kekuatan utama bagi mereka. Kekuatan tersebut, berada pada 3 orang pemain mereka, yang memiliki postur tubuh yang sangat tinggi melebihi rata – rata pemain lainnya. Dimana dua diantaranya, Murasakibara memiliki tinggi hingga 208 cm (6’10) dan Kenichi Okamura dengan tinggi badan 200 cm (6’7). Hal ini lantas membuat ketiganya, bahkan disebut – sebuat sebagai 3 orang pemain dengan postur tubuh yang paling tinggi di dalam turnamen Winter Cup tahun ini. Kelebihan ini sendiri, pada akhirnya menjadikan Yōsen High sebagai sebuah tim yang memiliki tingkat pertahanan yang tidak ada tandinganya di seluruh Jepang. Bahkan karena hal tersebut, tim mereka sampai mendapatkan julukan sebagai “Shield of Aegis”.

Loading...

Pada turnamen Interhigh tahun ini, Yōsen High sendiri berhasil melalui serangkaian pertandingan yang membuat mereka berhasil masuk ke dalam babak semi final. Di babak ini, mereka harus berhadapan dengan tim basket Rakuzan High, sekolah yang dijuluki sebagai “raja turnamen basket”. Tak dapat dipungkiri, kehebatan mereka belum dapat menandingin tim Rakuzan High di pertandingan kali ini, pertandingan pun berakhir dengan kekalahan berada di pihak Yōsen High. Setelah sempat mengalami kekalahan di babak semi final melawan tim basket Rakuzan High, mereka kemudian bertanding dengan tim basket Ōnita High, guna memperebutkan juara ketiga dalam turnamen Interhigh tahun ini. Kekalahan sebelumnya yang mereka alami, membuat Yōsen High kembali bangkit dan membuktikan kehebatanya. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan telak bagi tim Yōsen High dan kekalahan memalukan bagi tim Ōnita High. Di pertandingan ini, mereka sama sekali tidak membiarkan lawan mendapatkan kesempatan untuk mencetak skor selama pertandingan berlangsung. Dengan skor akhir pertandingan, 106 poin untuk Yōsen High dan 0 untuk tim lawan. Kemenangan mereka sebagai juara ketiga di turnamen Interhigh tahun ini, menjadi sebuah “tiket” yang langsung membawa Yōsen High sebagai tim yang akan berkompetisi di turnamen Winter Cup, tanpa perlu melewati babak penyisihan terlebih dahulu. Pada turnamen Winter Cup, mereka kembali mempertontonkan tingkat pertahanan mereka yang begitu luar biasa, dengan kembali membuat lawan kalah dengan cara memalukan, dimanaa Yōsen High sama sekali tidak membiarkan lawan untuk mencetak skor selama pertandingan. Seperti pada saat babak kedua turnamen ini, Yōsen High menang telak menghadapi tim Yamanoe High, dengan skor akhir (81-0). Begitupun saat mereka menghadapi tim Kamakura High di babak 3 turnamen Winter Cup. Yōsen High kembali membabat lawan habis – habisan dan keluar sebagai pemenang, dengan skor akhir pertandingan (72-0). Serangkaian pertandingan tersebut, kemudian berhasil membawa Yōsen High melanjutkan hingga ke babak perempat final, dimana mereka harus berhadapan dengan tim Seirin High. Pertandingan antara keduannya, berlangsung dengan begitu sengit dan luar biasa intens. Tidak seperti beberapa pertandingan sebelumnya, yang mana kemenangan telak dapat mereka peroleh. Di pertandingan kali ini, Seirin High membuktikan bahwa sekuat apapun “barikade pertahan” tim Yōsen High, pasti memiliki sebuah celah yang membuat pertahan tersebut pada akhirnya dapat “ditembus”. Pertandingan berakhir dengan kemenangan bagi tim Seirin High, dan di sisi lain Yōsen High harus berbesar hati menerima kekalahan mereka. Begitu sengitnya pertandingan ini, hingga skor akhir pertandingan pun hanya memiliki selisih satu point (72 – 73).

Dapat mengakhiri pertandingan tanpa memberikan kesempatan kepada lawan untuk mencetak skor, dan memperoleh kemenangan telak, merupakan bukti kehebatan tim Yōsen High yang tak dimiliki oleh tim lainnya. Kemampuan pertahan mereka, merupakan sebuah legenda baru dalam sejarah basket Jepang.